Memilih Untuk Diam

diam - penulishidupku.com - 1Apa yang gua tulis di sini mungkin tidak berlaku untuk orang lain, tetapi bagi gua itu adalah sebuah keputusan yang gua ambil setiap hari. Bagi gua, suka atau tidak suka gua sadar betul bahwa tidak semua orang di sekeliling gua itu mendukung perencanaan dan kegiatan usaha gua, entah itu keluarga, teman, atau lainnya. Itu sebabnya gua sengaja dan secara sadar memilih untuk tidak memberitahu mereka. Bahkan kalau mereka nanya gua cuma jawab seperlunya saja. Sebabnya adalah mereka suka kasih komentar yang negatif yang bukannya membangun malah menjatuhkan, padahal mereka sendiri bukan orang yang kompeten di bidang itu. Makanya gua capek kalau harus menceritakan soal kerjaan gua kepada orang – orang semacam itu. Bicara topik lain oke lah gua layani tapi kalau soal kerjaan gua males terbuka sama mereka.

Tapi ada satu tempat yang gua suka, yang selalu mendukung juga menyemangati gua. Mereka adalah perkumpulan FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International). Bersama mereka gua bisa jadi apa adanya dan banyak teman – teman yang lebih senior maupun junior bahu membahu saling membantu. Pokoknya asik banget deh ikutin persekutuan ini.

Dulu katanya ada lagu judulnya “SILENCE IS GOLDEN”. Untuk saat ini gua masih memilih untuk diam dalam menghadapi orang – orang tertentu. Walau demikian sama Tuhan gua gak boleh berdiam diri… mesti bawel karena Dia begitu luar luar biasa.


Komentar atau kritik: KLIK DI SINI
Silahkan bagikan kepada yang lain melalui media sosial di bawah ini

Diary 13 Agustus 2015 – Menjauh Atau Mendekat ?

menjauh mendekat - penulishidupku.com - 1Selama kurang lebih 2.5 bulan terakhir ini gua terlibat di dalam beberapa proyek yang nilainya sangat besar. Di sana gua harus bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah dan juga perusahaan – perusahaan swasta raksasa. Di dalam proses itu gua mendapatkan ijin emas dari investor yang membackup gua untuk memberikan “entertainment” kepada pihak – pihak yang terkait. Tidak hanya memberikan ijin tetapi juga dibayarin, bahkan sudah diharuskan, dan diajarkan cara – caranya. Jujur gua berusaha mati – matian untuk mencegah entertainment ke arah yang tidak baik. Gua paling suka makan – makan saja, dan di restoran yang mewah pun tidak apa asal hati nurani tidak menjerit.

Tetapi lambat laun kita harus entertain mereka dengan alkohol karena mereka sendiri yang minta, dan berhubung gua alergi dengan alkohol gua gak bisa ikut minum minuman keras. Kalau dipaksa baru minum bir itu pun cuma satu gelas saja. Semakin dekat dengan mereka semakin mudah juga kita mendapatkan informasi – informasi serta kemudahan – kemudahan dalam persiapan serta pelaksanaan proyek. Investor gua sangat puas dengan perkembangan yang ada tetapi sifat entertainment kita juga mengalami eskalasi. Mereka mulai mengajak kita ke tempat yang ada wanita penghiburnya. Kalau mereka “check in”, gua biasanya duduk aja nunggu di lounge atau main di sauna.

3 minggu terakhir ini gua bolos dari ibadah di gereja… rasanya sedih banget :-( dan rasanya cukup berat. Pagi ini serasa tidak tahan, langsung berdoa dan saat teduh. Tuhan memberikan gua ketenangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata – kata. Gua merasa sudah menjauh tetapi kasih karunianya menarik gua kembali untuk mendekat. Orang bisa bilang itu hati nurani yang berbicara, namun yang pasti itu adalah suara roh kudus. Tuhan ampuni gua karena terlalu mengutamakan pekerjaan, kurang waktu doa, dan kurang berfellowship dengan Nya.

Sampai detik ini belum ada solusi untuk masalah entertainment, tetapi gua bersyukur juga karena sekarang gua sudah tidak harus entertain mereka karena mereka sudah keluar dari Jakarta. Yang terpenting buat gua adalah ada rasa kedekatan lagi dengan Tuhan. Entah berapa lama akan bertahan… atau cuma sesaat gua tidak perduli… gua ingin merasa dekat dengan Tuhan dan gak mau lepasin Dia.


Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus :-)
Komentar atau kritik: KLIK DI SINI
Silahkan bagikan kepada yang lain melalui media sosial di bawah ini

Kok Serasa Sepi Ya

pacar

Ah enaknya dibelai dan diperhatikan sama seorang pacar. Demikianlah pemikiran yang sering timbul akhir – akhir ini. Situasi dan kesibukan gua saat ini bukanlah momen yang ideal untuk mencari seorang pacar atau lebih tepatnya seorang calon istri. Tapi tak dapat dipungkiri kesepian di dalam dada terasa begitu nyata. Ternyata mencari seorang pasangan hidup itu bukanlah hal yang mudah. Seandainya saja ada jalan ekspress maupun instant mungkin gua sudah ambil dari kapan – kapan.

“Gua bukanlah seorang Superman, dan gua tetap adalah seorang insan yang haus akan kasih sayang”. Untuk yang satu ini seperti sebuah lubang pada pakaian yang tidak bisa ditambal. Kasih orang tua tidak bisa mengisinya… itu gua bisa mengerti. Kasih dari teman – teman tidak bisa mengisinya… itu juga gua masih bisa mengerti. Tetapi bukankah kasih Tuhan itu sempurna dan harusnya bisa mengobati jeritan butuhnya seorang pasangan hidup ?

Malam ini belum gua temukan jawabannya 100%, dan terpaksa gua bawa ke tidur nanti perasaan membutuhkan pasangan hidup ini. Walau demikian dalam hati gua tetap beriman dan percaya bahwa Tuhan begitu baik sama gua. Bahkan perasaan kesepian ini pun dapat Dia gunakan untuk mendatangkan kebaikan bagi gua… walaupun gua belum sepenuhnya mengerti. Tetap akan gua jalani hari demi hari bersama Dia… dan pasti suatu saat Dia pertemukan gua dengan si tulang rusuk. Saat ini tanpa ekspektasi apa – apa tapi juga bukan berarti putus asa, karena Dia sedang mempersiapkan yang terbaik buat gua.


Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus :-)
Komentar atau kritik: KLIK DI SINI
Silahkan bagikan kepada yang lain melalui media sosial di bawah ini

Bermimpi Terlalu Besar – Apakah itu Salah ?

bermimpi

Seringkali gua termenung mengenai mimpi – mimpi besar yang terlintas dalam benak pikiran terdalam. Tidak semuanya bernuansa egois dan berteriak masalah GUA GUA dan GUA saja. Justru banyak di antara mereka itu adalah untuk kebaikan orang banyak. Namun seiring dengan banyaknya pemikiran dan pertimbangan seringkali timbul rasa kuatir dan tidak percaya diri. “Ah… terlalu besar mimpi itu”… demikianlah alasan yang gua katakan kepada diri di depan cermin, dan memupuskan harapan realisasinya menjadi sebuah kenyataan.

Semakin gua sadari… bahwa untuk percaya itu tidak mudah. Harus ada dasar dari sebuah kata sederhana berbunyi ‘PERCAYA’. Kita masih seringkali mengandalkan referensi pengalaman dan kebolehan kita, sehingga seringkali kita sedemikian cepatnya berkesimpulan mana yang bisa berhasil dan mana yang tidak usah kita coba. Tidak mudah memang membuat seseorang (termasuk diri kita sendiri) untuk memiliki mentalitas pemenang dengan slogan – slogan TIDAK AKAN MENYERAH atau pun MAJU TERUS.

Dan pada akhirnya di dalam tempat terdalam… di dalam benak kita… di tempat yang tersembunyi dari pantauan orang banyak… apakah tersimpan keyakinan bahwa sebuah mimpi besar akan menjadi kenyataan ? Atau malah justru yang kita temukan adalah keraguan ? Buat gua jawabannya seringkali bercampur aduk antara setengah berharap percaya tapi tetap saja ada keraguan. Di saat itulah gua menyadari gua semakin butuh tuntunan tangan ilahi.

Mungkin secara teknis mudah kita berkata “OK KUNCINYA ITU BANYAK BERDOA DAN BACA FIRMAN TUHAN”. Dua itu sangat penting dan memang harus kita lakukan, tetapi lebih penting lagi adalah jujur terbuka sama Tuhan dalam setiap situasi. Tuhan tahu kok kapan dan mengapa gua bimbang. Buat gua ini adalah sebuah kebingungan, tetapi bagi Dia ini adalah momen agar gua semakin mengenal suaraNya. Oleh sebab itu gua tidak akan buru – buru mengatakan TIDAK kepada sebuah mimpi yang besar.

Gua memutuskan untuk menjadi selayaknya orang yang tidak berpengetahuan dan berdialog denganNya “TUHAN BAGAIMANA AKU SEHARUSNYA MERESPONI MIMPI INI ? APAKAH MIMPI INI DATANG DARIPADAMU ? PIMPIN AKU TUHAN DI DALAM JALANMU”. Kebimbangan akan meleleh ketika kita berfokus kepada kehendakNya. Dan sekalipun Tuhan berkata bahwa mimpi ini datang daripadaNya, gua juga tidak akan malu untuk berteriak kepadaNya “MAAF TUHAN… AKU MASIH BELUM BISA PERCAYA”, dan memohon “TUHAN BANTULAH AKU YANG TIDAK PERCAYA INI”.

Jadi bagi gua… bermimpi terlalu besar itu tidak salah. Tetapi untuk langkah selanjutnya marilah libatkan Tuhan. Raja Daud memiliki mimpi besar membangun bait Allah, tetapi Tuhan mengkehendaki Salomo lah yang akan membangunnya. Musa awalnya menolak terlibat di dalam mimpi besar mengeluarkan bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, tetapi justru Tuhanlah yang memilih dia sebagai pemimpin dan nabi bagi umat Israel. Bersama Tuhan kita tidak akan bimbang dan dapat melangkah dengan pasti. Bersama dengan Tuhan tantangan sebesar apa pun akan ditaklukan. Milikilah hubungan yang intim dengan Tuhan dengan tampil jujur apa adanya, dan gua yakin pasti akan mengalami campur tangan Tuhan yang luar biasa.


Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus :-)
Komentar atau kritik: KLIK DI SINI
Silahkan bagikan kepada yang lain melalui media sosial di bawah ini

Writing Helps Me To Understand Myself Better

writing

But writing means a lot to me“. That’s what the spontaneous inner whisper said in my heart, when I forced myself to stay away from writing posts in this blog. Take note that I don’t think I am a very good writer. And that statement itself is also a valid reason why I spend so much time to write a single post. My grammar is often wrong, vocabulary is still limited, and sometimes my words have no flavour at all. But yet… I still enjoy writing… and yes… it is simply because “it means a lot to me”.

I was born as introvert by nature but can be extrovert functionally if the situation required. It is difficult for me to express something spontaneously, and I am the kind of person who relies on deep consideration and proper planning on daily basis. Some people may think I am a boring creature because everything has to be predictable. But in reality the inside of me is quite different from what most of other people think or even from what I think about myself. There are exceptions that trigger a different side of me, be it good or bad.

Even after more than 35 years, I am still in the life long journey of self discovery to understand the me and I. And there are so many things inside that I discover daily that I do not know they exist before. Life sometimes also treats me harshly for better or worse, and I have experienced countless times of being misunderstood by many people. Sometimes I feel alone… and questioning myself “is there anything wrong with me ?”. And in those times I normally withdraw myself from the crowds.

Writing is my sanctuary and my way to express my soul. It is a sacred process to connect with the inner me, and at the same time also serves as a self theraphy to reflect and relax myself. The more I write… the more I discover about myself, and the deep connection I have with my creator. Though it may sound strange, but writing has become my act of worshipping God. Through systematic expression of thoughts and feelings… I see clearly the involvement of the hand of God in my life.

I can never completely be alone after all… and when I write… I find the greatest treasure of all… which is God Himself. I admit sometimes laziness beats the best of me, but I can never run away from writing… at least not completely. After a while of absence in writing… I will always find myself coming back to the same spot where I left before. I will make myself comfortable and start writing again. Until now I still have no plan when I will fully retire from writing. And I wish I can keep on writing till the end of my life… because it means a lot to me.


Praise the Lord for everything :-)
To give comments or critics, CLICK HERE

To share to others feel free share it via the social media below.