Doa Yang Berkuasa – Oleh Pdt Seno Wijaya

Seno Wijaya - PenulisHidupku.Com - 1Doa, sesuatu yang telah menjadi begitu umum di dalam keseharian kita. Dalam bentuk yang sangat beragam, doa merupakan pengakuan kita bahwa ada sebuah kuasa yang lebih tinggi dari apapun dan kita butuh untuk ditolong oleh-Nya.

Ada banyak orang yang menginginkan bahwa setiap doanya dijawab atau dikabulkan oleh Tuhan, tetapi ada banyak orang percaya tidak mengerti dan tahu bagaimana agar keinginannya menjadi kenyataan, bahkan lebih dari apa yang diminta dalam doa. Seperti sebuah pernyataan berkata: ”Jalan keluar untuk setiap masalah dan pergumulan adalah dengan berdoa.” Memang doa merupakan cara efektif untuk orang percaya mengalami kuasa dan mujizat TUHAN.

Setiap kita memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami kuasa doa, sebab kuasa doa bukan hanya untuk sekelompok orang, para pendeta dan pelayan saja, tetapi setiap orang percaya memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami kuasa doa.

Jika Anda membaca dalam Alkitab, Anda akan menemukan Yesus penuh dengan kuasa dan mujizat (Kisah Para Rasul 2:22; Yoh 2:11, 23; 3:2; 6:2; 20:30; Ibr 2:4). Dia banyak melakukan hal-hal supranatural – menyembuhkan segala macam sakit dan melepaskan orang dari kekuatan setan, membangkitkan orang dari kematian dan bahkan menenangkan badai melalui kata yang diucapkan-Nya. Allah juga menggunakan para pemimpin gereja dari gereja abad pertama untuk melakukan banyak mujizat atau ‘tanda-tanda ajaib “(Kis 2:43; 4:30; 5:12). Orang lumpuh disembuhkan, orang-orang dibangkitkan dari kematian dan hal-hal supranatural lain terjadi. Allah melakukan mujizat luar biasa melalui Rasul Paulus (Kisah 19:11-12; 14:3; 15:12; Rm 15:19). Dan sekarang Allah bekerja melalui orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus (Mrk 16:16-18, 20; 1 Kor 12:10, 29-30). Roh Kudus yang sama hidup dalam diri Anda dan saya hari ini dan Dia masih dalam bisnis mengerjakan mujizat!

Ada berita baik hari ini! Kuasa dan Mujizat masih ada sampai hari ini! Orang-orang masih bisa disembuhkan! Hal supernatural masih terjadi! Tuhan masih bekerja di luar batas pemahaman manusia kita. Apakah Anda rindu mengalaminya? Apakah Anda ingin memiliki doa yang berkuasa? Doa yang akan menarik kuasa Allah untuk mengintervensi kehidupan kita dengan cara yang luar biasa!

Dimulai dengan situasi sulit.
Ketika Anda membaca cerita-cerita tentang kuasa doa yang terjadi pada zaman Alkitab, kita dapat menemukan bahwa hampir semuanya dimulai dengan situasi yang sulit. Bisa berupa Laut Merah, sebuah kota bertembok seperti Yerikho, raksasa seperti Goliat, sarang singa, badai, kekurangan, atau penyakit seperti kebutaan, kusta, pendarahan dll. Apakah Anda punya masalah? Apakah Anda memiliki situasi sulit? Anda adalah calon yang baik untuk mengalami kuasa doa dan mujizat!

Seruan Pengemis Buta – Doa yang berkuasa
Kita akan mengarahkan perhatian kita pada sebuah kisah seorang pengemis buta yang menerima penglihatannya. Kisah ini tertulis dalam kitab Lukas 18:35-42.

35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”37 Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”38 Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:41 “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”42 Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Ketika kita membaca kisah ini, kita tidak dapat mengingkari ada hal yang khusus dari seruan pengemis tua ini. Tentunya di kota Yerikho, banyak orang yang juga buta tapi di hari itu ada seorang buta yang menerima kesembuhan ketika dia berseru kepada Allah yang hidup. Seruannya menangkap perhatian Yesus dan akhirnya intervensi dari kuasa Allah bekerja dalam hidupnya. Seruannya pada waktu itu adalah sebuah doa yang berkuasa. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini?

1. Doa yang berkuasa adalah doa yang sungguh-sungguh
Pengemis ini tahu kebutuhannya dan dia berseru kepada Yesus untuk bantuan. Dia tidak terlalu malu akan situasinya untuk berseru dengan kencang. Berapa banyak orang yang sangat membutuhkan kuasa Allah di kota Yerikho namun tidak pernah menerima mujizat mereka! Berseru kepada Yesus! Akui kebutuhan Anda dan kemudian minta Allah untuk menolong anda. Doa melepaskan kuasa Allah ke dalam situasi kita. Ketika kita berdoa, kita mengatakan bahwa kita membutuhkan Allah dan kita mempercayai Dia sanggup membantu kita. Ketika kita tidak berdoa kita mengatakan bahwa kita tidak membutuhkan Allah atau bantuan-Nya, atau kita tidak berpikir Dia bisa atau akan membantu kita. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yakobus 5:16b).

2. Doa yang berkuasa memerlukan iman dalam Tuhan untuk melakukan hal yang mustahil
Orang buta tersebut mengetahui bahwa Yesus akan lewat. Yesus memiliki reputasi melakukan kuasa dan mujizat di kota-kota lainnya. Hal itu terjadi di tempat lain dengan orang lain. Mengapa tidak SEKARANG dan DISINI! Kita harus memandang kepada Allah – Dia adalah jawaban untuk kebutuhan kita dan masalah kita. Dia lebih dekat dari yang Anda pikirkan. Dia di sana dengan Anda SEKARANG. Tuhan masih hidup – maha kuasa, maha tahu, maha hadir. Dia bersedia dan mampu melakukan apapun yang kita minta. Yesus Kristus adalah sama kemarin, hari ini dan selamanya. Alasan sebenarnya kenapa doa-doa kita lemah adalah karena iman kita lemah (Ibr 11:6 Mrk 11:24.). Di kepala kita, kita percaya bahwa Allah Maha Kuasa tetapi hal itu belum tertulis di dalam hati kita. Apakah kita berdoa tentang situasi sulit dan kebutuhan mendesak dan benar-benar percaya bahwa Dia bisa melakukan sesuatu? ’Pejuang Doa’ adalah orang yang yakin bahwa Allah Maha Kuasa, bahwa Dia memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun, untuk mengubah siapapun dan untuk campur tangan dalam situasi apapun. Seseorang yang benar-benar percaya menolak untuk meragukan Allah (Bill Hybels).

Ketidakpercayaan dan keraguan membatasi Allah (Mat 13:57-58; Mrk 6:2-6; Gal 3:5)! Yesus berkata kepada orang buta itu, “Terima penglihatan Anda. Imanmu telah menyembuhkan engkau”. Dia menerima penglihatannya secara langsung. Karena iman-Nya. Kepercayaan, keyakinan dan kuasa untuk menyembuhkan dari Yesus. Apa yang Anda percayai?

3. Doa yang berkuasa melibatkan ketaatan – langkah iman dari pihak kita
Pengemis buta ini bisa saja duduk di sana dan tidak melakukan apapun. Tapi sebaliknya, dia melakukan apa yang dia bisa lakukan – dia berseru untuk menarik perhatian Yesus. Langkah iman adalah bagian penting dari menerima mujizat-Nya. Musa harus meregangkan tangannya di atas Laut Merah, Yosua dan Israel harus mengelilingi Yerikho, Namaan harus berenang di sungai Yordan, Elia harus berdoa agar hujan datang, anak kecil itu memberikan makan siangnya sebelum 5000 orang di beri makan. Kebanyakan penyembuhan yang Yesus lakukan memerlukan suatu tindakan ketaatan (mengacungkan tangan Anda, pergi menunjukkan diri kepada imam, pergi mencuci diri di kolam Siloam). Allah bekerja ketika kita melangkah keluar dalam ketaatan atas apa yang Dia perintahkan. Kita melakukan hal yang tidak masuk akal dan Tuhan melakukan keajaiban. Kita melakukan apa yang kita dapat dan Tuhan melakukan apa yang kita tidak bisa lakukan.

4. Doa yang berkuasa di tandai dengan ketekunan
Mereka yang memimpin jalan (para murid) menegur orang buta itu dan menyuruhnya untuk diam. Tapi dia berseru lebih dan lebih keras, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.” Yesus akhirnya berhenti dan memberikan perhatian kepadanya. Kita harus bertekun! Seringkali ada oposisi dan keputusasaan – dari situasi, orang lain atau pikiran dan perasaan Anda sendiri. Akan ada banyak alasan untuk menyerah dan berhenti! Apa yang akan terjadi jika orang buta itu berhenti berseru? Dan siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika Anda menyerah. Bagaimana jika Israel tidak mengelilingi Yerikho tujuh kali? Bagaimana jika Naaman tidak mencelupkan diri tujuh kali ke dalam sungai Yordan? Bagaimana jika Elia tidak terus berdoa tujuh kali? Bagaimana jika Daniel tidak terus berdoa selama dua puluh satu hari? Bagaimana jika mereka tidak menunggu di ruang atas sampai Roh datang?  Yesus berkata, “Terus berdoa dan jangan menyerah – atau putus asa” (Luk 18:1-8). Jangan terlalu cepat untuk berhenti. PUSH ! (Pray Until Something Happen!) Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi. Terus berdoa sampai Anda mendapatkan jawaban atau terobosan.

Apakah ini berarti bahwa jika kita bertahan kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Tentu tidak selalu, ada kutipan yang sangat baik tentang doa tak terjawab: Jika permintaan salah, Tuhan berkata “Tidak”. Jika waktunya salah, Tuhan berkata “Tunggu”. Jika Anda salah, Tuhan berkata “Bertumbuhlah”. Tetapi jika permintaan benar, waktu yang tepat dan Anda benar, Tuhan berkata “Lakukan”. Berdoa dan berserulah kepada Tuhan untuk bantuan-Nya sampai Anda menerima mujizat Anda atau sampai Anda memahami tujuan-Nya atas situasi tersebut dengan kasih karunia untuk mengatasinya. Anda harus memiliki prinsip “tidak ada ruginya” – hasil doa kita adalah terobosan yang ajaib atau tambahan kasih karunia.

Penutup
Ketika orang buta itu sudah sembuh, dia mengikuti Yesus dan memberikan kemuliaan kepada Allah. Semua orang di jalanan yang tergabung di dalamnya – berteriak memuji Tuhan. Doa yang berkuasa akan menarik kuasa dan mujizat Allah terjadi dan membawa kemuliaan kepada Allah. Mereka menunjukkan bahwa Dia masih hidup dan tertarik akan kehidupan kita. Ini bukan hanya tentang kita – tetapi kemuliaan Allah di bumi (Dia hidup dan bergerak) dan ini adalah inspirasi bagi orang lain.


Terima kasih kepada bapak pdt Seno Wijaya atas firmanNya.
Firman di atas pernah dimuat di dalam tabloid SOS (Sahabat Orang Sakit) edisi perdana.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

TULISAN TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>