Diary 14 November 2014 – Acara Penghiburan Keluarga Pak Yuyung Harjanto

Malam ini gua, Effendy Pong, dan istrinya pergi ke rumah duka Heaven Gedong Panjang untuk menghadiri acara penghiburan keluarga pak Yuyung. Sudah beberapa bulan gua gak ke gedung ini, dan terakhir adalah saat adiknya mama (Ie Ie Aling) kembali ke rumah Bapa di surga. Gua menghabiskan waktu hampir seminggu di rumah duka ini sebelumnya, jadi otomatis sangat familiar dengan gedungnya. Kita bertiga menuju lantai 8 untuk memberikan penghiburan kepada keluarga pak Yuyung yang ditinggalkan. Ternyata di sana sudah berkumpul begitu banyak anggota FGBMFI sampai ruangan begitu padat penuh, dan keluarga pak Yuyung juga terlihat begitu kuat, tabah, bahkan memancarkan suka cita.

Ronny Sukamto - Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - PenulisHidupku.com - 1

Pak Ronny Sukamto membagikan firman dan sharing sedikit mengenai pak Yuyung Harjanto yang beliau kenal. Pak Anthony Puthirai juga menyampaikan beberapa pesan dan kesannya. Kemudian putra bungsu dari pak Yuyung mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar FGBMFI atas dukungannya. Melalui cerita dari putranya ini pula, gua mendapatkan gambaran yang lebih sempurna betapa beratnya pergumulan pak Yuyung sebelumnya. Namun bahwa kenyataannya pak Yuyung mempertahankan iman sampai pada akhirnya, itu adalah sebuah kemenangan, yang patut disyukuri dan dirayakan.

Anthony Puthirai - Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - PenulisHidupku.com -

Di akhir doa penutup, saya melihat banyak saudara – saudara FGBMFI menyeka air mata mereka. Kita merasa kehilangan, tetapi kita juga bersyukur bahwa pak Yuyung sudah terlebih dahulu sampai ke sana bertemu dengan Yesus Kristus. Suatu saat kita semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan berkumpul kembali. Firman Tuhan mengatakan lebih baik menghadiri rumah duka daripada datang ke pesta, dan malam ini gua sangat diberkati walau harus membatalkan beberapa acara pribadi. Teladan yang diberikan oleh pak Yuyung sangat memberikan inspirasi, dan semangatnya dalam mempertahankan iman dalam situasi apa pun telah terimpartasi kepada seluruh anggota FGBMFI sehingga hanya nama Tuhan saja yang dimuliakan.

Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - FGBMFI Indonesia West 4 - PenulisHidupku.com - 1

Untuk pesan dan kesan akan pak Yuyung Harjanto bisa dibaca DI SINI. Tuhan Yesus memberkati.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 15 November 2014.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Selamat Jalan Pak Yuyung Harjanto Dan Sampai Bertemu Lagi Di Surga Mulia – (13 Nov 2014)

Yuyung Harjanto - FGBMFI Indonesia West 4 - PenulisHidupku.Com - 1Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, pak Yuyung Harjanto pada tanggal 13 November 2014.

Mendengar kabar ini saya pribadi merasa kaget, bersedih, namun juga ada sukacita karena beliau telah menyelesaikan pertandingan di dalam kehidupan ini dengan baik. Terus terang saya baru mendengar nama pak Yuyung beberapa bulan terakhir ini, melalui FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International) chapter Mediterania PIK yang diadakan setiap hari Rabu pukul 18:30 – 21:00 WIB di hotel 88 Grogol. Di sana beliau pernah menjadi seorang pembicara, dan kita begitu sangat diberkati. Nanti saya akan bercerita sedikit mengenai kisah hidupnya yang luar biasa.

PENGUSAHA SANDWICH BAKAR

Pak Yuyung ini juga dikenal dengan pak Yuyung Sandwich Bakar, karena memang usaha beliau di bidang itu. Pada tahun 2010 dimana saat itu saya masih dalam keadaan hidup yang serba hancur di Singapura dan baru sekitar 9 bulan dalam wadah FGBMFI di chapter Lucky Plaza Singapura, saya berkunjung ke Jakarta selama beberapa hari. Pada salah satu malam saya diajak oleh kawan – kawan saya, Effendy Pong, Chemmy Kusuma, Jefta Harlianto, Kosim, dan Juni Yanto untuk makan malam di sebuah restoran sandwich bakar. Ketika kami tiba di sana, saya melihat di pintu restoran tersebut ada tulisan yang kurang lebih menginformasikan bahwa di tempat tersebut sering diadakan pertemuan chapter Full Gospel.

Saya tidak tahu siapa nama pemilik restoran sandwich bakar tersebut, sampai pada pertengahan tahun 2014 chapter kami di Hotel 88 Grogol mengundang beliau untuk menjadi seorang pembicara. Kawan saya Effendy Pong dengan cepat mengingatkan saya bahwa beliau ada pemilik restoran sandwich bakar yang kita kunjungi pada tahun 2010. Singkat cerita di dalam salah satu pertemuan di hotel 88 Grogol itulah saya bertemu dengan pak Yuyung secara langsung. Kebetulan saya pada saat itu ditugaskan sebagai sekretaris chapter, jadi saya harus ada sedikit interaksi dengan setiap pengunjung chapter.

KESAKSIAN PAK YUYUNG DI FGBMFI CHAPTER MEDITERANIA PIK HOTEL 88 GROGOL

Kesan saya terhadap pak Yuyung itu begitu mendalam. Beliau berbicara dengan begitu lembut, dan yang tidak akan pernah saya lupa adalah cara dia tersenyum… yang menurut saya begitu indah. Pak Yuyung begitu ramah, dan sewaktu berbicara dengan beliau ada rasa teduh di hati. Saya percaya dan sangat yakin bahwa pak Yuyung ini adalah orang yang diurapi oleh kuasa Roh Kudus. Pembawaan dirinya juga sederhana, dan dia begitu rendah hati. Saat itu saya belum tahu apa yang akan dibicarakan oleh pak Yuyung di dalam pertemuan FGMFI tersebut.

Saat yang dinantikan pun tiba, MC pada malam hari itu mempersilahkan bapak Yuyung untuk berbicara di ruangan meeting yang dihadiri lebih dari 30 orang. Pak Yuyung mulai membagikan kesaksiannya. Nada suaranya sedikit tersedak di beberapa bagian kesaksiannya karena dia begitu merasakan betapa Tuhan begitu baik. Akan sedikit saya jabarkan walaupun tidak bisa detail mengenai kesaksian beliau yang begitu luar biasa. Kesaksian ini juga pernah dimuat di dalam tulisan DI SINI.

Sama dengan kebanyakan dari anggota FGBMFI, dimana para business men itu tidak terlepas dari berbagai macam gangguan dan godaan kehidupan, begitu pula perjalanan rohani pak Yuyung awalnya tidak mulus. Beliau suka minum, menggunakan obat, dan juga terjebak di dalam kehidupan malam. Kehidupan tersebut mempengaruhi dan sempat merusak kehidupan rumah tangga dan juga finansial beliau. Singkat cerita melalui pertolongan Tuhan yang ajaib, pak Yuyung diundang untuk datang menghadiri sebuah pertemuan FGBMFI, suatu persekutuan antar denominasi yang dikhususkan untuk menjangkau para pria yang belum kenal Yesus maupun sedang lari dari Yesus.

Melalui wadah FGBMFI inilah pak Yuyung bertobat, dan kemudian bertumbuh di sebuah gereja lokal. Hidupnya mengalami perubahan, dan pemulihan demi pemulihan pun dia alami baik dari segi keluarga maupun keuangan. Singkat cerita pak Yuyung pun memulai usaha sandwich bakar. Semua berjalan dengan baik, dan pak Yuyung aktif melayani di dalam wadah FGBMFI ini. Beliau juga pernah menjabat sebagai presiden chapter.

Suatu hari pak Yuyung merasakan nyeri di uluh hati, dan awalnya beliau tidak terlalu pusingkan. Tetapi setelah bertahun – tahun kondisinya semakin bertambah parah. Akhirnya melalui diagnosa dokter, dikatakan bahwa kondisi hati pak Yuyung sudah dalam kondisi kritis dan sangat mengancam hidup. Pak Yuyung percaya itu adalah akibat dari kebiasan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelumnya. Melalui doa dan berbagai macam pergumulan, akhirnya diputuskanlah pak Yuyung untuk berangkat ke China untuk dirawat di sana dan diambil tindakan transplan hati. Pak Yuyung menjelaskan bahwa prosedur transplan hati itu tidak mudah, apalagi hati yang ditransplan itu diambil dari donor yang baru saja meninggal dunia dan harus segera diadakan operasi transplan dalam waktu kurang 5 jam supaya kondisi hati itu tidak keburu rusak.

Sebelum menghadapi proses transplan tersebut, pak Yuyung harus banyak sabar menunggu, sementara kondisinya sudah semakin parah. Tubuhnya menjadi kurus, dan kulitnya menguning. Seringkali pula dia mengalami rasa gatal yang hebat dari ujung kaki sampai ujung kepala selama berhari – hari karena salah satu kandungan di dalam tubuh pak Yuyung sangat begitu tinggi jauh melampaui batas orang normal. Dan rasa gatal itu pun harus dia alami berhari – hari secara non stop sehingga dia merasa begitu menderita.

Berkat pertolongan Tuhan, tiba – tiba donor yang cocok pun tersedia. Segera hari itu juga setelah diinformasikan pak Yuyung memasuki ruang operasi di rumah sakit di Tianjing China. Operasi berlangsung berjam – jam, dan puji Tuhan dinyatakan berhasil. Setelah itu pak Yuyung harus memasuki masa pemulihan, sambil ditemani dengan anak serta istrinya. Setelah memasuki beberapa jenis tes dari pihak rumah sakit, pak Yuyung dinyatakan sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Ada kelegaan di dalam diri pak Yuyung berserta dengan keluarga, namun mereka tetap putuskan untuk tidak segera kembali ke Indonesia dan menginap terlebih dahulu di sebuah hotel di kota Tianjin tersebut.

Setelah beberapa hari ternyata kondisi pak Yuyung kembali tidak membaik. Dan setelah diadakan pemeriksaan oleh dokter rumah sakit, pak Yuyung harus segera kembali memasuki rawat inap. Melalui berbagai macam tes, akhirnya dokter menyimpulkan bahwa transplan hati sebelumnya gagal. Mendengar itu pak Yuyung dan istri begitu kaget seperti mendengar petir di siang bolong. Beliau begitu sedih, dan selama beberapa hari berikutnya beliau merasa begitu tertekan. Dokter menyarankan untuk diadakan tindakan operasi transplan hati yang kedua kalinya. Namun pak Yuyung dan keluarga sudah merasa tidak mampu lagi secara finansial. Pengeluaran sudah begitu banyak dan pak Yuyung sudah hampir menyerah.

Di tengah – tengah pergumulan itu, teman – teman FGBMFI membanjiri pak Yuyung dan keluarga dengan banyak pesan – pesan serta doa yang menguatkan. Suatu waktu salah satu dari anggota senior FGBMFI chapter garmen, bapak Ronny Sukamto menelepon beliau. Pak Ronny Sukamto menanyakan apa vonis dokter dan bagaimana kondisi iman pak Yuyung. Pak Yuyung menjelaskan apa yang dokter telah sampaikan mengenai operasi transplan kedua, dan mengenai imannya beliau mengatakan “saya tetap beriman kepada Tuhan Yesus Kristus pak. Kalau saya mati itu pun artinya saya kembali ke pangkuanNya. Tetapi saya tidak mau mati di China pak. Lebih baik saya mati di Indonesia saja”.

Pak Ronny bersyukur atas jawaban yang pak Yuyung berikan, dan dia berkata kepada pak Yuyung agar terus berharap kepada Tuhan Yesus. Di belakang layar pak Ronny menggerakan begitu banyak anggota FGBMFI untuk saweran untuk membantu pak Yuyung. Hanya dalam 3 hari seluruh dana yang dibutuhkan untuk diadakannya operasi transplan hati yang kedua telah terkumpul. Uang tersebut kemudiakan diserahkan kepada keluarga pak Yuyung. Pak Yuyung begitu terharu dan serasa tidak percaya. Pak Ronny mengatakan kepada pak Yuyung agar terus pertahankan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan seluruh anggota FGBMFI mendukung pak Yuyung melalui doa.

Setengah masalah sudah teratasi, namun proses masa menunggu donor yang cocok pun dimulai kembali. Tidak ada kejelasan dan tidak bisa diprediksi kapan donor yang cocok akan tiba. Yang bisa dilakukan oleh pak Yuyung adalah berdoa, sambil menunggu, menunggu, dan menunggu. Belum lagi kondisi tubuhnya begitu lemah, dan semakin membuatnya menderita. Dia begitu kesakitan sampai tidak bisa tidur. Dalam situasi itu iblis berbisik kepadanya “sudah deh Yung elu nyerah saja, sebelum transplan hati itu datang, elu bakalan mati duluan”. Namun pak Yuyung terus tekun berdoa dan beriman kepada Tuhan Yesus di dalam pergumulan hebat yang dia alami baik secara fisik, jiwa, maupun rohani.

Suatu waktu pak Yuyung diingatkan bahwa dia ternyata butuh mengadakan pemberesan dengan paman-nya yang pernah melukai perasaan dia begitu mendalam. Pak Yuyung sudah melupakan masalah tersebut, namun rasa sakit di hati tersebut masih ada. Pak Yuyung pun berkata kepada dirinya sendiri bahwa hidup dan matinya itu ada di tangan Tuhan, tetapi dia harus melalukan permohonan maaf kepada paman-nya sehingga paman-nya itu pun bisa merasakan kelegaan. Di dalam situasi yang begitu sulit, pak Yuyung memilih untuk melalukan praktek kasih Yesus Kristus, untuk terus memberkati jiwa lain, dan tidak berfokus kepada dirinya sendiri.

Singkat cerita setelah pak Yuyung memohon dan memohon kepada paman-nya melalui telepon, akhirnya pamannya tersebut terbang dari Malaysia ke China. Ketika bertemu dengan pamannya, pak Yuyung langsung berlutut dan memohon ampun karena dia menyimpan rasa sakit hati. Ternyata yang seharusnya butuh diampuni adalah paman-nya tersebut yang sudah pernah melukai dia. Di sana mereka saling memohon maaf, berpelukan, dan menangis. Pak Yuyung katakan bahwa sesudah itu dia mengalami suatu kelegaan yang luar biasa, yang tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata. Dia kemudian berdoa kepada Tuhan “Tuhan… sekarang aku siap untuk mati. Kalau aku mati aku bertemu dengan Engkau, dan kalau aku hidup… aku pun hidup hanya untuk Engkau. Terjadilah kehendakMu atas hidupku”

Paman pak Yuyung menemani beliau dan keluarga selama beberapa hari. Dan dia begitu aktif dalam mendesak para dokter dan pihak rumah sakit agar pak Yuyung dirawat dengan lebih baik lagi. Beberapa waktu setelah pamannya kembali pulang, pak Yuyung mendapatkan kabar gembira bahwa transplan hati yang kedua sedang menuju ke Rumah Sakit. Beberapa jam kemudian pak Yuyung memasuki ruang operasi untuk kedua kali. Di dalam hatinya dia terus – menerus memanggil nama Yesus…

Singkat cerita operasi kali ini berjalan dengan lancar, dan setelah melalui masa pemulihan serta berbagai macam tes yang terus menerus diulang – ulang, pihak para dokter di China menyatakan bahwa kondisi hati pak Yuyung sudah 100% baik… puji Tuhan !

Setelah mengakhiri kesaksiannya saya melihat banyak wajah di ruangan tersebut yang terkagum – kagum atas kebesaran Tuhan Yesus. Pak Yuyung pun mengakhiri kesaksiannya dengan doa kepada Tuhan Yesus. Saat doa dipanjatkan, ada seorang bapak menangis tersedu – sedu… saya percaya itu kuasa Roh Kudus, dan iseng – iseng saya mengintip… ternyata bapak yang menangis tersebut sedang berlutut. Kami semua sangat diberkati oleh pelayanan Roh Kudus dan pak Yuyung pada malam itu. Demikian adalah beberapa komentar dari saudara – saudara saya di chapter Mediterania PIK Hotel 88 Grogol:

  • Gila… gua sampe merinding dengernya. Dahsyat sekali ya.
  • Itu untuk transplan hati gua denger bisa habisin milyaran rupiah buat sekali operasi. Wah luar biasa sekali yah dia terus percaya sama Tuhan dalam situasi seperti itu.
  • Orang seperti ini yang hampir mengalami kematian… dia sudah mengerti apa artinya makna kehidupan.
  • Jujur Han, akhir – akhir ini gua merasa nggak bersemangat dan sering bersungut – sungut sama Tuhan. Tetapi malam ini setelah gua dengar kesaksian pak Yuyung gua sadar bahwa masalah gua itu tidak ada apa – apanya dibandingkan dia. Dan dalam masalah yang begitu hebat saja dia tidak patah semangat namun terus percaya sama Tuhan. Gua sekarang merasa dikuatkan Han, gua juga harus bangkit dan bersemangat kembali.

PERTEMUAN PENULIS DENGAN PAK YUYUNG KEMBALI

FGBMFI Indonesia West 4 Convention 2014 - Mal Kota Kasablanka - Penulishidupku.Com - 1

Saya kembali bertemu dengan pak Yuyung di mal Kota Kasablanka, dalam acara Konvensi Regional Barat 4 Tahun 2014, pada tanggal 30 – 31 Oktober 2014. Seperti biasa beliau selalu tersenyum dengan ramah. Dari jauh beliau sudah tersenyum ketika melihat saya, kemudian dia berjalan menghampiri saya untuk memberikan salaman. Wah sungguh saya merasa diberkati oleh kerendahan hati dan kehangatan beliau. Beberapa hari kemudian pada hari Minggu tanggal 2 November 2014, saya kembali nggak sengaja bertemu dengan beliau di food court Pluit Village. Kita saling menyapa, dan saya melihat dia ditemani oleh istrinya yang setia, dan putrinya yang bagi saya begitu cantik. Di tempat yang sama juga, saya ditemani oleh 2 orang teman yang pada tahun 2010 lalu berkumpul bersama di restoran sandwich bakarnya pak Yuyung

KABAR DUKA

Hari Kamis malam, 13 November 2014, saya mendengar kabar duka dari saudara – saudara FGBMFI. Ada rasa sedih dan tidak percaya di hati. Tetapi ketika saya mengingat perjuangan iman-nya saya bersyukur karena saya tahu dia kembali ke pangkuan Bapa di surga. Keesokan malamnya saya dan saudara – saudara sechapter kita datang menghadiri acara penghiburan di rumah duka. Tempatnya begitu padat dipenuhi oleh anggota – anggota FGBMFI. Termasuk di sananya ada pimpinan – pimpinan dan para anggota senior seperti bapak Anthony Puthirai, Ronny Sukamto, presdirnya Summarecon (Johanes Mardjuki), dan lainnya. Dari sana saya mendengar bahwa pak Yuyung terjatuh di tangga pada hari Minggu yang lalu (8 November 2014), kemudian mengalami pendarahan di otak. Setelah melalui operasi kondisinya menurun dan akhirnya kembali ke rumah Bapa di surga.

Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - FGBMFI Indonesia West 4 - PenulisHidupku.com - 1

Ada satu pesan dari pak Ronny Sukamto yang menguatkan saya “waktuNya Tuhan berbeda dengan waktunya kita. Kita boleh merencanakan, namun pada akhirnya Tuhan juga yang memutuskan. Tuhan telah memutuskan sudah saatnya pak Yuyung kembali ke surga”.

PESAN PENULIS

Kisah pak Yuyung ini saya ulangi berkali – kali di lingkungan keluarga dan teman – teman saya. Itulah sebabnya saya bisa cukup hafal dan bisa menuliskannya di sini. Nenek saya mendengar kesaksian ini sambil matanya memerah menahan air mata, terutama ketika saya ceritakan pak Yuyung berlutut minta maaf sama pamannya. Teman saya lainnya jadi rindu ingin ikutan chapter FGBMFI setelah saya ceritakan kesaksian pak Yuyung. Seorang suami istri terdiam selama kurang lebih setengah menit setelah saya ceritakan kesaksian pak Yuyung, dan kalimat pertama yang keluar dari mulut sang suami adalah “ternyata uang bukan segalanya yah Han”. Dan dia kemudian melanjutkan “Tuhanlah yang segalanya”.

Melalui kesaksiannya pak Yuyung yang saya pinjam, banyak orang yang diberkati. Saya juga berharap melalui tulisan ini, kesaksian pak Yuyung terus hidup, dan diperluas kepada banyak pembaca melalui Internet. Kalau saudara / saudari adalah salah satunya, maka percayalah bahwa Tuhanlah yang membimbing anda sampai kepada tulisan ini. Dan juga kalau ada anggota keluarga pak Yuyung yang membaca tulisan ini, biarlah mereka merasa bangga akan bapak Yuyung yang luar biasa dipakai oleh Tuhan di dalam hidupnya, dan mengikuti teladan beliau dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.


Puji syukur kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bapak Yuyung Harjanto atas kisah hidupnya yang luar biasa.
Terima kasih kepada seluruh keluarga besar FGBMFI Indonesia.
Terima kasih kepada Maria Shandi, YouTube, dan uploader atas musik videonya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 15 November 2014.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 20 Mar 2014 – Thank you for the condolence messages

Thank you all for the condolence messages and support.

My dad is now in Rumah Duka Heaven Gedong Panjang. Level 1. Emerald room.

Tutup peti: Jumat, 21 Mar 2014.

Malam kembang: Sabtu, 22 Mar 2014.

Kremasi: Minggu, 23 Mar 2014, 14:30 wib.

Sebar abu: Senin, 24 Mar 2014.

God bless you all

Diary 19 Mar 2014 – Good Bye For Now Dad

Dudy Wijaya Ramli - My Dad - Handy Tirta Saputra - PenulisHidupku.com - 1

My dad, Dudy Wijaya Ramli, passed away last night at 2.10 am Jakarta time, at home. In the last weeks of his life, he accepted Christ as his saviour. There is hope for me to meet him again up there. Rest in peace dad. We are so proud of you and always love you.


All glory to God.

Critics and comments CLICK HERE.

Diary 2 Feb 2013 – Mengenang Suk Anyap

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 7Hari ini gua masih di Jakarta untuk bersama dengan keluarga. Entah kenapa di dalam diri gua masih tidak percaya bahwa suk Anyap sudah tidak ada. Dan sepanjang hari ini gua banyak sekali merenung sambil mengenang beliau. Terkadang membuat gua sedikit senyum – senyum sendiri. Gua rasa itulah bagian yang terpenting yang ditinggalkan ketika seseorang meninggal dunia… yakni sejuta kenangan dan warisan nilai – nilai kehidupan. Kedua ini lebih berharga daripada harta benda yang masih bisa kita beli atau raih.

Sejak gua kecil… asuk gua yang satu ini memang dikenal sangat baik, dan selalu membuat gua tersenyum. Gaya bicaranya yang ceplas – ceplos membuat gua merasa nyaman setiap kali gua datang berkunjung ke rumahnya. Penampilannya sederhana, dan dalam pergaulan dia selalu tampil apa adanya. Itu sebabnya asuk memiliki banyak teman dan dihormati oleh para tetangga sekitarnya di daerah Kampung Angus. Suatu hari gua harus membayar sesuatu di sekolah ketika SMA dan hari itu gua gak bawa duit yang cukup. Kebetulan sekolah gua (Katolik RICCI) gak jauh dengan rumah sukĀ  Anyap. Gua kemudian pergi ke sana untuk pinjam duit dulu. Gua tau gua punya asuk yang bisa diandalkan.

Setiap kali papi sakit dan sudah beberapa kali dirawat di RS, suk Anyaplah dari pihak keluarga papi yang paling sering berkunjung dan memberikan semangat. Setiap kali ada suk Anyap, gua selalu ajak dia ngobrol dan seperti biasa dengan gayanya yang khas dia suka godain gua hehehe. Sekarang gua mengenang balik… memang suk Anyap ini sangat baik hatinya dan sangat care sama keluarga. Mami dan Juni cerita bahwa terakhir kali suk Anyap main ke rumah, dia pernah bilang kalau dia meninggal dia mau dikremasi saja supaya tidak membuat susah anak – anaknya.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 2

Papi juga terlihat ling lung… dia merasa sedih cuma dia gak bisa mengungkapkannya. Gua sendiri bukan tipe orang yang suka menutup – nutupi perasaan. Jujur gua merasa sedih dan kehilangan… karenanya sebisa mungkin gua mau ikut membantu sukme Afong sekeluarga di rumah duka. Hari ini gua mondar – mandir antara rumah dan rumah duka sampai 4 kali. Gua melihat anak – anak suk Anyap terutama Dede dan Lala masih sangat sedih. Sambil gua melipat – lipat kertas uang perak, gua mendengar banyak cerita mengenai kebaikan suk Anyap semasa dia hidup.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 3

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 4

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 6Gua bersyukur bahwa suk Anyap sudah berhasil membesarkan anak – anaknya sehingga mereka bisa menjadi orang – orang yang berhasil. Gua juga bersyukur suk Anyap sudah menggendong 2 orang cucu. Sekarang doa gua adalah supaya sukme, dan anak – anaknya mendapatkan ketabahan maupun kekuatan sehingga mereka bisa terus hidup dengan penuh kedamaian serta pengharapan. Sementara gua akan terus – menerus mengenang suk Anyap sampai akhir hidup gua… karena dia adalah orang yang baik dan yang terpenting lagi… dia adalah keluarga gua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 2 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.