Diary 2 Feb 2013 – Mengenang Suk Anyap

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 7Hari ini gua masih di Jakarta untuk bersama dengan keluarga. Entah kenapa di dalam diri gua masih tidak percaya bahwa suk Anyap sudah tidak ada. Dan sepanjang hari ini gua banyak sekali merenung sambil mengenang beliau. Terkadang membuat gua sedikit senyum – senyum sendiri. Gua rasa itulah bagian yang terpenting yang ditinggalkan ketika seseorang meninggal dunia… yakni sejuta kenangan dan warisan nilai – nilai kehidupan. Kedua ini lebih berharga daripada harta benda yang masih bisa kita beli atau raih.

Sejak gua kecil… asuk gua yang satu ini memang dikenal sangat baik, dan selalu membuat gua tersenyum. Gaya bicaranya yang ceplas – ceplos membuat gua merasa nyaman setiap kali gua datang berkunjung ke rumahnya. Penampilannya sederhana, dan dalam pergaulan dia selalu tampil apa adanya. Itu sebabnya asuk memiliki banyak teman dan dihormati oleh para tetangga sekitarnya di daerah Kampung Angus. Suatu hari gua harus membayar sesuatu di sekolah ketika SMA dan hari itu gua gak bawa duit yang cukup. Kebetulan sekolah gua (Katolik RICCI) gak jauh dengan rumah suk  Anyap. Gua kemudian pergi ke sana untuk pinjam duit dulu. Gua tau gua punya asuk yang bisa diandalkan.

Setiap kali papi sakit dan sudah beberapa kali dirawat di RS, suk Anyaplah dari pihak keluarga papi yang paling sering berkunjung dan memberikan semangat. Setiap kali ada suk Anyap, gua selalu ajak dia ngobrol dan seperti biasa dengan gayanya yang khas dia suka godain gua hehehe. Sekarang gua mengenang balik… memang suk Anyap ini sangat baik hatinya dan sangat care sama keluarga. Mami dan Juni cerita bahwa terakhir kali suk Anyap main ke rumah, dia pernah bilang kalau dia meninggal dia mau dikremasi saja supaya tidak membuat susah anak – anaknya.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 2

Papi juga terlihat ling lung… dia merasa sedih cuma dia gak bisa mengungkapkannya. Gua sendiri bukan tipe orang yang suka menutup – nutupi perasaan. Jujur gua merasa sedih dan kehilangan… karenanya sebisa mungkin gua mau ikut membantu sukme Afong sekeluarga di rumah duka. Hari ini gua mondar – mandir antara rumah dan rumah duka sampai 4 kali. Gua melihat anak – anak suk Anyap terutama Dede dan Lala masih sangat sedih. Sambil gua melipat – lipat kertas uang perak, gua mendengar banyak cerita mengenai kebaikan suk Anyap semasa dia hidup.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 3

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 4

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 6Gua bersyukur bahwa suk Anyap sudah berhasil membesarkan anak – anaknya sehingga mereka bisa menjadi orang – orang yang berhasil. Gua juga bersyukur suk Anyap sudah menggendong 2 orang cucu. Sekarang doa gua adalah supaya sukme, dan anak – anaknya mendapatkan ketabahan maupun kekuatan sehingga mereka bisa terus hidup dengan penuh kedamaian serta pengharapan. Sementara gua akan terus – menerus mengenang suk Anyap sampai akhir hidup gua… karena dia adalah orang yang baik dan yang terpenting lagi… dia adalah keluarga gua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 2 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 1 Feb 2013 – Berita Duka Dari Keluarga Papi

Duka Cita - PenulisHidupku.Com - 1Hari ini pukul 4:48 sore setelah beres meeting dengan customer gua baru baca sms dari sepupu gua, Hendra, bahwa papanya (adik dari papi) telah meninggal dunia tadi pagi… “karena kecelakaan” demikian info singkatnya. Gua sempat shock terdiam selama beberapa menit di dekat sebuah lampu merah. Beberapa kali mencoba menghubungi Hendra namun telepon tidak diangkat.

Lalu gua memutuskan untuk pulang ke Jakarta pada malam harinya. Dan puji Tuhan dapat tiket yg pas. Sesampai di Jakarta gua dijemput oleh mami dan Juni. Papi sudah menunggu kita di rumah duka Jelambar. Sukmei Afong, Hendra, Dede, dan Lala ada di sana. Mereka sangat sedih terutama sukmei dan Dede. Yang paling tabah itu si Hendra dan mendengar kronologisnya disimpulkan Suk Anyap (adik papi) mengalami serangan jantung.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 1

Secara kepercayaan tradisi gua tahun ini katanya ciong kalau menjenguk orang meninggal (melihat jenazahnya). Tetapi ya gua tetap aja melakukan itu karena gua percaya sama Tuhan Yesus dan gak percaya ilmu hitung nasib yang berdasarkan i-Ching. Yang terpenting gua ingin menghibur keluarga yang ditinggalkan dan sebisa mungkin meringankan beban mereka.

Selamat jalan suk… saya kangen dengan tawa canda suk Anyap yang unik.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 1 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

TANPA TUHAN, HIDUP TERASA SIA – SIA – Kesaksian Luar Biasa Dari Dr. Richard Teo Keng Siang

Richard Teo Keng Siang - PenulisHidupku.Com - 1Direkam dalam sebuah pertemuan Dental Christian Fellowship, pada tanggal 24 November 2011, 8 bulan setelah diagnosis. Richard senang untuk berbagi kisah hidupnya dengan anda. Kami melakukan ini untuk melanjutkan pekerjaannya. Silakan membaca dan membagikannya kepada orang lain yang anda kasihi.

Berikut adalah transkrip pembicaraan Dr Richard Teo, yang adalah seorang jutawan dalam usia 40 tahun dan ahli bedah kosmetik. Beliau didiagnosa mengindap kanker paru – paru stadium 4.

LATAR BELAKANG

Selamat pagi kepada anda semua. Suara saya agak serak akibat kemoterapi, jadi harap dimaklumi. Nama saya Richard, temannya Danny, yang mengundang saya kemari. Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah hasil produk khas masyarakat saat ini. Dari muda saya selalu percaya bahwa cara untuk menjadi bahagia adalah dengan mendapatkan kesuksesan. Dan untuk menjadi sukses, saya harus menjadi kaya. Jadi saya menjalani hidup saya sesuai dengan motto ini.

Saya berasal dari keluarga yang miskin. Pada saat itu saya sangatlah kompetitif baik dalam olahraga, pelajaran, dan kepemimpinan. Saya menginginkan semuanya. Saya pernah pergi ke sana, dan melakukan itu semua. Namun pada akhirnya, semuanya masih mengenai uang.

Dalam beberapa tahun terakhir saya adalah seorang trainee dalam oftalmologi. Tetapi saya merasa tidak sabar karena teman – teman saya yang keluar ke praktek swasta menghasilkan uang yang banyak. Sementara saya terjebak dalam sebuah magang. Jadi saya berkata, ‘Cukup, sudah terlalu lama. “Pada saat itu, ada lonjakan murid – murid kedokteran estetika. Saya yakin anda menyadari, kedokteran estetika telah memuncak selama beberapa tahun terakhir, dan saya melihat peluang menghasilkan uang yang baik di sana. Begitu banyak sehingga saya berkata, ‘Lupakan oftalmologi, aku akan melakukan pengobatan estetika. “Jadi itulah yang saya lakukan.

Adalah sebuah kenyataan bahwa menjadi dokter praktek umum tidak membuat anda kaya. Yang membuat seorang dokter menjadi kaya adalah ketika mereka menangani selebriti kaya, politisi kaya, maupun orang – orang terkenal. Jadi saya ingin menjadi salah satu dari dokter – dokter seperti itu. Saya menyelam langsung ke dalam pengobatan estetika. Kalau dahulu orang mengeluh untuk membayar 30 dollar untuk konsultasi dokter karena merasa mahal, orang yang sama bersedia membayar 10,000 dollar untuk menyedot lemak. Jadi saya berkata “mari kita berhenti menyembuhkan orang sakit, saya akan menangani masalah kecantikan, menjadi ahli kecantikan medis yang terlatih”

Dan itulah yang saya lakukan – sedot lemak, pembesaran payudara, operasi kelopak mata. Anda sebut saja, saya bisa melakukannya. Dan uang yang dihasilkan pun sangatlah baik. Ketika klinik saya dimulai, waktu tunggunya adalah 1 minggu, kemudian berkembang menjadi 1 bulan, 2 bulan, dan akhirnya menjadi 3 bulan. Ada begitu banyak permintaan bahwa orang-orang yang benar-benar antri untuk memiliki pekerjaan estetika yang dilakukan pada mereka yang kebanyakan adalah wanita. Ini adalah sebuah hidup yang mudah.

Klinik saya pun bertumbuh. Saya begitu kewalahan. Dari satu dokter, saya mempekerjakan 2 dokter, kemudian 3, dan pada akhirnya sampai 4 dokter. Tidak ada yang pernah cukup. Saya ingin lebih, lebih, dan lebih lagi. Beitu banyak pasien sehingga kita mendirikan toko di Indonesia untuk memikat para wanita / istri kaya. Kami mendirikan toko, membentuk tim dari orang – orang di sana, untuk mendapatkan lebih banyak pasien dari Indonesia.

Segala sesuatu berjalan begitu baik bagi saya. Saya telah berada di sana, waktu keemasan saya telah tiba. Pada bulan Februari tahun lalu saya berkata “baik, saya sekarang memiliki uang tunai cadangan begitu banyak, saatnya untuk mendapatkan Ferrari pertama saya.” Kemudian datanglah Ferrari pertama saya. Selanjutnya saya mencari lahan untuk membangun rumah. Saya berbagi dengan seorang teman yang adalah seorang bankir yang menghasilkan 5 juta dollar setahun. Kita membeli tanah dan membangun beberapa rumah kami di sana.

Aku berada di puncak kejayaan, bersiap-siap untuk menikmati. Pada saat yang sama, teman saya Danny mengalami kebangunan rohani. Mereka kembali pergi ke gereja. Beberapa teman dekat saya mengatakan, ‘Richard, datang, bergabunglah dengan kami, datanglah kembali ke gereja.”

Saya telah menjadi orang Kristen selama 20 tahun, saya dibaptis 20 tahun yang lalu, tapi itu semua saya lakukan karena pada saat itu adalah trend untuk menjadi seorang Kristen. Itu modis! Saya ingin dibaptis, sehingga ketika saya mengisi formulir, saya bisa diletakkan di sana agama “Kristen” – kedengarannya baik. Sebenarnya, saya tidak pernah punya Alkitab, saya tidak tahu Alkitab itu isinya apa.

Saya pergi ke gereja untuk sementara. Setelah beberapa waktu, saya merasa lelah. Saya berkata saatnya untuk pergi ke NUS (universitas nasional Singapura), berhenti pergi ke gereja. Di NUS, saya memiliki banyak hal – hal lain untuk dikejar – perempuan, pelajaran, olah raga, dan lain lain. Lagipula saya mencapai ini semua tanpa Tuhan sampai hari ini, jadi siapa yang butuh Tuhan ? Saya bisa capai sendiri apa pun yang saya inginkan. Demikianlah pemikiran saya pada saaat itu.

Dalam kesombongan saya, saya mengatakan kepada mereka, “kamu kasih tahu ke pendeta di gereja, kalau dia bisa mengganti waktu ibadah jadi jam 2 siang maka saya akan mempertimbangkan untuk pergi ke sana” Saya benar – benar sombong. Saya juga katakan kepada Danny dan teman – teman saya,”Jika Tuhan benar – benar ingin saya untuk datang kembali ke gereja, Dia akan memberikan saya tanda”. Dan benar saja… 3 minggu kemudian saya kembali datang ke gereja.

DIAGNOSA

Pada bulan Maret 2011, tiba – tiba saya merasakan sakit di punggung yang terus – menerus. Sebagai catatan saya rutin pergi ke gym untuk latihan, berlari, dan olahraga renang 6 hari seminggu. Saya kemudian pergi melakukan MRI untuk mengadakan pemeriksaan. Sehari sebelum scan MRI, saya masih di gym, mengangkat beban berat, dan melakukan squats. Keesokan harinya dokter menemukan bahwa setengah tulang belakang saya mengalami pergantian sumsum tulang. Saya berhata “Woah,maaf, apa itu ?”

Kita kemudian melakukan PET scan keesokan harinya, dan mereka mendiagnosa saya memiliki kanker paru – paru terminal, stadium 4B. Kanker tersebut telah menyebar ke otak, setengah tulang belakang, seluruh paru – paru saya penuh dengan tumor, hati, adrenal…

Saya berkata “Tidak mungkin, saya masih bisa ke gym semalam. Apa yang terjadi di sini ?” Saya yakin Anda tahu bagaimana rasanya. Satu saat aku ada di sana di atas puncak karir dan kejayaan, keesokan harinya berita ini datang dan membuatku benar-benar hancur. Seluruh dunia saya terasa telah terbalik.

Saya tidak bisa menerimanya. Saya memiliki seratus kerabat di kedua sisi, ibu saya dan ayah saya. 100 dari mereka. Dan tidak satu pun memiliki kanker. Bagi saya, dalam pikiran saya, saya memiliki gen yang baik, saya tidak seharusnya memiliki ini! Beberapa kerabat saya adalah perokok berat. Mengapa saya mengalami kanker paru-paru? Saya berada dalam penyangkalan.

PERJUMPAANNYA DENGAN TUHAN

Jadi pada hari berikutnya, saya masih dalam keadaan penyangkalan, masih tidak dapat menerima apa yang sedang terjadi. Setelah menyelesaikan biopsi, saya berbaring di ruang operasi. Para perawat dan dokter telah meninggalkan saya dan bilang saya harus menunggu selama 15 menit untuk melakukan pemeriksaan X-ray untuk memastikan tidak ada pneumotoraks (komplikasi).

Di atas meja operasi, menatap kosong ke langit-langit ruang operasi yang dingin namun tenang. Tiba-tiba saya hanya mendengar suara batin, tidak seperti yang datang dari luar. Suara itu berasa dari dalam. Itu adalah suara hati kecil yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Dan dikatakan dengan sangat spesifik, katanya, “Hal ini semua terjadi padamu, pada saat kamu jaya, karena itu satu-satunya cara agar kamu bisa mengerti.”

Saya berkata, “Woah, dari mana suara itu berasal ?” Anda tahu, ketika anda berbicara kepada diri anda sendiri, anda akan berkata “Ok, kapan saya harus meninggalkan tempat ini ? Dimana saya harus makan malam setelah ini ?” Anda berbicara dari sudut pandang orang pertama. Anda tidak akan berkata “Kemana seharusnya KAMU pergi setelah ini”. Sementara suara yang berbisik kepada saya adalah suara dari sudut pandang orang ketiga, “Hal ini semua terjadi padamu, pada saat kamu jaya, karena itu satu-satunya cara agar kamu bisa mengerti.” Pada saat itu, emosi saya meluap, dan saya menangis dan menangis, sendirian di sana. Dan saya tahu kemudian apa artinya memahami bahwa ini adalah “satu – satunya cara”.

Karena saya telah begitu bangga pada diri sendiri, seluruh hidup saya, saya tidak membutuhkan siapa pun. Saya sangat berbakat dengan hal-hal yang bisa saya lakukan, mengapa saya perlu orang lain? Saya hanya begitu penuh dengan diri sendiri sehingga tidak ada cara lain saya bisa berbalik kepada Tuhan.

Bahkan, jika seandainya saya didiagnosis dengan stadium 1 atau 2, saya akan sibuk mencari ahli bedah kardiotoraks terbaik, angkat bagian dari lobus (melakukan lobektomi), melakukan kemoterapi preventif … yang kemungkinan sembuhnya sangt tinggi. Siapa yang butuh Tuhan? Tapi saya punya stadium 4B. Tidak ada orang yang bisa membantu, hanya Tuhan yang bisa.

Serangkaian peristiwa terjadi setelah itu, namun saya merasa belum yakin benar. Saya pikir “mungkin memang ada suara, atau mungkin itu hanya saya yang berbicara kepada diri sendiri”. Saya tidak percaya itu semua.

Berikutnya saya dipersiapkan untuk kemoterapi. Saya mulai dengan radiasi seluruh otak terapi pertama, memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Sementara itu mereka mempersiapkan saya untuk kemoterapi, suplemen dll. Salah satu yang mereka digunakan untuk kemoterapi adalah Zometa, yang digunakan untukmemperkuat tulang, setelah sumsum tulang (pengganti) yang sembuh dari sel-sel kanker, menjadi berongga, jadi kita perlu Zometa untuk memperkuat tulang untuk mencegah fraktur kompresi.

Salah satu efek samping dari Zometa adalah bahwa hal itu dapat menyebabkan osteonekrosis (kematian tulang) dari rahang, dan saya harus memiliki gigi bungsu saya dicabut. Tahun yang lalu, aku punya gigi bungsu saya dihapus, karena itu memberi saya kesulitan. Gigi bungsu yang di bawah tidak memberi saya kesulitan jadi aku berkata,”Lupakan saja, tinggalkan saja.”, Danny mengajukan diri untuk mencabutnya untuk saya.

Jadi di sanalah saya, terbaring di kursi gigi, bertanya pada diri sendiri, menderita dari semua efek samping radioterapi, dan sekarang harus menjalani operasi gigi. Seolah-olah saya tidak sudah cukup menderita! Jadi saya bertanya Danny, “Eh, bro, apakah ada cara lain? Bisakah saya tidak perlu melakukan operasi ini ? “Dia berkata,” Ya, kamu dapat berdoa. “

Saya berkata, “Apa ruginya? Ok lah, berdoa lah “Dan kami pun berdoa. Setelah itu kami melakukan X-Ray. Segala perlengkapan operasi sudah disiapkan, namun X-Ray menunjukkan bahwa saya tidak memiliki gigi bungsu di rahang bawah. Saya tahu kebanyakan orang memiliki 4 gigi bungsu, mungkin beberapa tak punya, saya tidak terlalu yakin walaupun itu adalah tidak umum.

Masih saja saya berpikir “Nah, aku tidak peduli tentang hal itu.” Bagi saya, selama saya tidak harus mengambil gigi, saya senang. Pada saat itu, saya masih tidak mau percaya kepada kuasa doa. Bagi saya itu semua hanyalah sebuah kebetulan.

Saya kemudian bertemu onkologi saya dan bertanya kepadanya, “Berapa lama sisa hidup yang saya miliki ?” tanya saya kepadanya. Dia mengatakan tidak lebih dari 6 bulan. Saya berkata “bahkan dengan kemoterapi ?” Sekitar 3 – 4 bulan katanya.

Saya tidak bisa memahami hal itu. Sulit untuk diterima. Dan bahkan saat saya pergi melalui radioterapi, saya berjuang setiap hari, terutama ketika saya bangun, berharap bahwa itu semua hanyalah mimpi buruk. Dan berharap ketika saya bangun, semuanya sudah berakhir.

Saat saya sedang berjuang hari demi hari, saya memasuki depresi. Tapi untuk satu alasan, saya tidak tahu mengapa ada suatu hari dimana saya harus bertemu dokter onkologi. Pada sekitar jam 2 siang, saya merasakan tiba – tiba adanya gelombang kedamaian, kenyamanan, dan sedikit kebahagiaan. Perasaan itu meluap sehingga saya menghubungi teman – teman saya melalui whats app bahwa saya tiba – tiba merasa begitu baik walaupun tidak mengerti mengapa itu datang. Dan itu hanya beberapa hari, atau minggu setelah itu, bahwa Danny mengungkapkan kepada saya bahwa ia telah berpuasa selama 2 hari untuk saya, dan ia sedang tawar-menawar dengan Tuhan. Ia mengakhiri puasanya pada titik yang sama persis yakni sekitar jam 2 siang pada hari itu. Dan ketika ia mengakhiri puasa, saya merasa sensasi itu!

Whoa, hal tersebut memang lebih dari sekedar kebetulan. Saya mulai percaya, walau pun belum sepenuhnya. Hari – hari pun berlalu, saya menyelesaikan radioterapi, sekitar 2 minggu-an. Kemudian saya bersiap – siap untuk kemo, sehingga mereka membiarkan saya beristirahat selama beberapa hari. Lihat, angka kematian dari kanker paru-paru: Kanker paru-paru memiliki tingkat kematian tertinggi. Jika Anda menambahkan payudara, kolorektal (usus besar) kanker, dan kanker prostat (kanker beberapa top di Singapura untuk pria dan wanita), jika Anda menjumlahkan angka kematian dari 3, masih tidak sebesar kanker paru-paru. Anda bisa mengerti ini. Anda dapat menghapus prostat, usus besar, payudara, tetapi Anda tidak dapat menghapus paru-paru Anda.

Tapi ada sekitar 10% dari pasien kanker paru-paru mengalami perbaikan untuk beberapa alasan, yang diantaranya karena mereka memiliki mutasi spesifik, kami menyebutnya mutasi EGFR. Dan itu terjadi, hanya 90% pada wanita Asia yang tidak pernah merokok dalam hidup mereka. Sedangkan saya, pertama-tama, saya ini laki-laki. Yang kedua, saya seorang perokok sosial. Saya mengambil satu rokok sehari setelah makan malam, akhir pekan, atau ketika teman-teman saya menawarkan saya. Saya seorang perokok ringan, bukan perokok sosial. Tapi tetap saja, onkologi saya masih tidak berharap bagi saya untuk memiliki mutasi ini.

Kemungkinan hal itu terjadi bagi saya adalah mungkin 3-4% untuk mendapatkannya. Itu sebabnya saya dianjurkan untuk pergi untuk kemoterapi. Namun melalui semua doa yang intens, teman-teman seperti Danny, juga orang – orang yang saya bahkan tidak tahu, selama menunggu saya untuk kemo, ternyata hasil tes menunjukkan bahwa saya EGFR positif. Saya seperti, “Woah, kabar baik!” karena sekarang saya tidak harus menjalani kemoterapi pada waktu itu, karena ada ini tablet oral yang dapat saya gunakan untuk mengontrol penyakit ini.

Seperti yang dapat Anda lihat di sini, ini adalah apa yang Tuhan bisa lakukan. Dan itulah mengapa saya masih di sini memiliki kesempatan ini untuk berbagi dengan Anda. Seperti yang Anda lihat di sini, perbedaan antara sebelum dan setelah pengobatan. Pada saat itu, saya berkata, “Nah, itu yang diharapkan, bukan? Obatnya bagus “Saya masih tidak percaya sepenuhnya.. Nah, orang-orang berdoa untuk saya dan penanda tumor mulai turun. 90% tumor dan penandanya mulai turun.

Tapi tetap saja, Anda tahu, setelah Anda memiliki pengetahuan klinis, Anda tahu statistik. Satu tahun kelangsungan hidup, kelangsungan hidup dua tahun, memiliki semua pengetahuan ini bukanlah hal yang baik. Karena Anda hidup dengan pengetahuan bahwa bahkan dengan semua ini, sel-sel kanker sangat tidak stabil, mereka terus bermutasi. Mereka akan mengatasi dan menjadi resisten terhadap obat-obatan, dan akhirnya anda bisa kehabisan obat.

Jadi hidup dengan pengetahuan ini adalah perjuangan dan siksaan mental yang besar. Kanker bukan hanya tentang perjuangan fisik, itu adalah penyiksaan mental juga. Bagaimana Anda hidup dengan harapan? Bagaimana Anda hidup dengan tidak mampu untuk merencanakan beberapa tahun ke depan? Onkologi memberitahu Anda untuk bertahan untuk 1 – 2 bulan selanjutnya. Jadi banyak perjuangan saat saya melalui Maret dan April lalu. April adalah titik terendah saya, dalam depresi yang mendalam, berjuang bahkan ketika saya sedang dalam masa pemulihan.

PENERIMAAN DAN KEDAMAIANNYA

Suatu hari, saya berada di atas ranjang, berjuang di siang hari, sambil bertanya kepada Tuhan “Mengapa ? Mengapa saya harus melalui perjuangan ini ? Mengapa saya harus menanggung penderitaan ini ? Mengapa saya ?”

Saat saya tertidur, dalam keadaan mimpi, sebuah visi datang, yang mengatakan “IBRANI 12:7-8″

Perlu anda ketahui, sampai saat itu saya belum pernah membaca Alkitab. Saya tidak tahu apa itu Ibrani, saya bahkan tidak tau berapa banyak bab yang ada di dalamnya. Benar – benar tidak tahu apa – apa/

Tetapi kata Ibrani 12:7-8 begitu jelas dan spesifik.

Saya tidak berpikir terlalu banyak. Saya hanya terus tidur. Setelah saya bangun, saya berkata “Apa salahnya untuk mengecek ?” Danny telah membelikan saya sebuah Alkitab. Dan itu masih cukup baru. Saya berkata “Tidak apa – apa, hanya mencoba”. Jadi saya membalik ke perjanjian lama. Bagi saya Ibrani terdengar seperti sesuatu yang kuno, jadi harus dalam Perjanjian Lama bukan ? Jadi saya membalik – balik perjanjian lama. Namun tidak saya temukan Ibrani di sana. Saya sangat kecewa.

Lalu saya berkata “Mungkin di Perjanjian Baru, mari kita lihat !” Wow… di Perjanjian Baru ada kitab bernama Ibrani. Dikatakan Ibrani 12:7-8 “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.”

Saya berkata “Wah… darimana ini berasal ?” Saya merasakan seluruh bulu kuduk saya berdiri. Saya berkata “Ini tidak mungkin benar kan ?” Maksud saya, apa mungkin seseorang yang tidak pernah membaca Alkitab mendapatkan visi mengenai sebuah ayat, yang menjawab pertanyaan saya secara langsung ?

Pada saat itu, kemungkinan hal tersebut terjadi lebih rendah daripada EGFR saya menjadi positif. Tidaklah mungkin itu terjadi kebetulan, ada ribuan ayat di Alkitab bagaimana ayat yang saya butuhkan tiba – tiba bisa saya dapatkan ?

Pada saat itu saya berkata “Engkau (Tuhan) menang. Engkau menang !”

Saya menjadi yakin. Dan mulai dari hari itu saya menjadi percaya kepada Tuhan. Terakhir kali saya mendengar suara batin seperti itu adalah pada akhir April. Saat itu dalam keadaan mimpi saya mendengarNya berkata “MEMBANTU ORANG LAIN DALAM KESULITAN”.

Itu lebih seperti perintah dibandingkan sebuah pernyataan. Saat itulah saya memulai perjalanan ini, membantu orang lain dalam kesulitan. Saya menyadari bahwa kesulitan bukan hanya tentang menjadi miskin. Bahkan, saya pikir banyak orang miskin mungkin lebih bahagia daripada kebanyakan kita di sini. Mereka begitu mudah puas dengan apa pun yang mereka miliki, mereka mungkin cukup senang.

Kesulitan dapat terjadi pada orang – orang kaya, baik melalui penderitaan fisik, mental, sosial, dan lain lain. Selama beberapa bulan terakhir, saya mulai memahami apa artinya suka cita sejati. Di masa lalu, saya mengganti suka cita sejati dengan kesenangan mengejar kekayaan. Kenapa ? Biarkan saya menjelaskannya kepada anda. Di atas ranjang kematian saya, saya menemukan tidak ada sukacita sama sekali dari semua benda yang saya miliki – Ferrari saya, tanah dimana saya membangun rumah, memiliki sebuah bisnis yang sukses.

Itu semua membawa saya NOL kenyamanan, NOL sukacita, tidak ada sama sekali. Apakah anda pikir saya bisa terus berpegangan kepada sepotong logam ini (mobil ini) dan memberikan saya sukacita sejati ? Nah… itu semua tidak akan terjadi.

Richard Teo Keng Siang - PenulisHidupku.Com - 4Sukacita sejati berasal dari interaksi dengan orang lain. Dan pada banyak kali, itu adalah kebanggaan jangka pendek, masa lalu. Ketika anda mengejar kekayaan, Tahun baru Imlek adalah saat terbaik untuk pamer. Saya menunjukkan Ferrari saya kepada sanak saudara, teman – teman, dan anda kira itu adalah sukacita sejati ? Anda kira orang yang menjual ke anda mobil Ferrari membagikan sukacita mereka dengan anda ? Dan sanak saudara anda, wow, apakah mereka berbagi sukacita dengan anda ? Sebenarnya, apa yang anda lakukan menimbulkan iri hati, kecemburuan, dan bahkan kebencian. Mereka tidak membagi sukacita dengan anda, dan yang saya miliki adalah kebanggan jangka pendek yang wow… orang lain tidak miliki. Saya pikir itu semua adalah sukacita.

Jadi kekayaan yang kita miliki pada dasarnya adalah kebanggaan jangka pendek dengan mengorbankan perasaan orang lain. Dan itu bukanlah sukacita yang sejati. Di atas ranjang kematian saya, saya tidak menemukan sukacita sama sekali untuk memegang Ferrari saya.

Sukacita sejati ditemukan di dalam interaksi. Dalam beberapa bulan terakhir ini saya begitu lesu. Hanya karena interaksi dengan orang – orang yang terkasih, teman – teman saya, dan saudara – saudari di dalam Kristus, saya dapat kembali termotivasi dan terangkat. Untuk berbagi kesedihan anda, untuk berbagi kebahagiaan anda, itulah sukacita yang sejati.

Dan tahukah anda apa yang membuat anda tersenyum ? Sukacita sejati datang dari membantu orang lain yang sedang berada di dalam kesulitan. Dan karena saya sudah melalui hal ini, saya tahu apa artinya penderitaan. Bahkan sudah ada beberapa pasien kanker yang memberitahu saya banyak orang datang kepada mereka dan berkata “tetap positif… tetap positif… Yah, benar. Anda tidak berada di dalam sepatu saya, dan anda meminta saya untuk tetap positif. Anda tidak tahu apa yang anda bicarakan… demikianlah ungkap mereka.

Tetapi saya memiliki ijin (lisensi). Jadi mudah bagi saya untuk pergi keluar menemui pasien kanker lainnya, untuk berbagi dan mendorong mereka. Saya tahu, karena saya sudah melalui itu, dan lebih mudah bagi saya untuk berbicara dengan mereka.

Dan yang paling penting, saya pikir sukacita sejati berasal dari mengenal Allah. Anda dapat membaca Alkitab dan mengetahui ini itu tentang Tuhan, namun mengenal Allah secara pribadi, memiliki hubungan dengan Allah, saya pikir itulah yang paling penting. Itulah yang saya pelajari.

Jadi semakin awal kita memilah – milah prioritas hidup kita akan semakin baik. Jangan seperti saya. Saya sudah tidak punya cara lain. Saya harus mempelajarinya melalui cara yang keras. Saya harus kembali kepada Tuhan untuk berterima kasih kepadaNya atas kesempatan ini karena saya sudah mengalami 3 kecelakaan besa di masa lalu, dan semuanya adalah kecelakaan mobil. Anda tahu, ini kecelakaan mobil sport. Saya selalu ngebut, tapi entah kenapa saya selalu keluar hidup – hiduup, bahkan dengan mobil hampir terbalik. Saat itu jika saya harus meninggal saya tidak tahu ke mana saya akan pergi sesudahnya. Meskipun saya telah dibabtis… itu semua hanyalan sekedar untuk sebuah pertunjukan belaka. Tetapi dengan segala kesulitan yang saya alami sekarang, saya menemukan kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Beberapa hal yang saya pelajari:
1. Percayalah kepada Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu – ini sangat penting.
2. Kasihilah dan layanilah orang lain, bukan hanya kepada diri kita sendiri.

Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya. Saya pikir itu baik – baik saja karena Tuhan telah memberkati. Begitu banyak orang yang diberkati dengan kekayaan yang baik, tapi masalahnya yang saya pikir banyak dari kita tidak bisa mengatasi / menggunakan kekayaan. Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak yang kita inginkan. Saya sudah melalui itu semua, semakin dalam lubang yang kita gali, semakin kita terjebak ke dalamnya, begitu banyak sehingga kita menyembah kekayaan dan kehilangan fokus. Bukannya menyembah Tuhan, kita malah menyembah kekayaan. Itu semua adalah naluri manusia dan begitu sulit untuk keluar dari sana.

Kita semua di tempat ini adalah kaum profesional, dan ketika kita memasuki ke dunia praktek swasta, kita mulai membangun kekayaan kita. Itu sudah pasti. Jadi ketika anda mulai membangun kekayaan dan ketika kesempatan datang, ingat bahwa semua hal – hal ini bukan milik kita. Kita tidak benar – benar memiliki ini itu. Ini semua sebenarnya hanya karunia dari Allah kepada kita. Ingatlah bahwa lebih penting memajukan Kerajaan Nya daripada memajukan diri kita sendiri.

Sekarang ini saya berkeyakinan bahwa kekayaan tanpa Allah adalah kosong. Lebih penting bagi anda semua untuk mengisi kekayaan anda dengan kekayaan Tuhan.

Richard Teo Keng Siang - PenulisHidupku.Com - 3Catatan:
Pada tanggal 16 Oktober 2012, Dr. Richard Teo Keng Siang meninggal dunia di usia 40 tahun. Kesaksian beliau tetap hidup, direkam, dan disebarluaskan oleh teman – teman ikatan dokter Kristen di Singapura untuk menyadarkan banyak orang bahwa uang tanpa Tuhan itu kosong. HIDUP TANPA TUHAN ITU SIA – SIA.
Untuk memberikan ucapan duka, bisa masuk ke website ini: MEMORIAL OF DR RICHARD TEO


Terima kasih kepada Dr. Richard Teo Keng Siang atas kesaksian dan perjuangan hidup yang luar biasa.
Terima kasih kepada ikatan dokter Kristen di Singapura, YouTube, dan rekan – rekan FGBMFI yang memforward kesaksian ini.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Selamat Jalan Bagus Suryadarma Sanjaya – (22 April 2012, 8.44 PM)

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 1Pagi ini saya mendapatkan informasi lewat blackberry messenger bahwa salah satu jemaat NDFI, Bagus Suryadarma Sanjaya yang berumur 12 tahun telah kembali ke pangkuan Bapa di surga pada hari Minggu, 22 April 2012, pada pukul 8.44 malam waktu Singapura di rumah sakit NUH. Terasa badan lemas karena baru saja semalam, jemaat NDFI bersama dengan pembimbing rohani saya, bapak Ronald Wally Jozef, mendoakan Bagus agar berhasil melewati masa kritisnya. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain, Dia mungkin rindu untuk bertemu dengan Bagus muka tatap muka dan melepaskannya dari segala macam penderitaan fisik yang ia lalui selama ini.

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 2Hari ini saya bersyukur bisa mendengarkan kisahnya Bagus yang luar biasa dan sesuai dengan namanya benar – benar bagus untuk memberkati banyak orang lainnya. Setelah selesai pulang kantor dari China Square, saya kembali ke rumah untuk mengambil kamera dan charge iphone saya sebentar. Setelah itu saya berangkat menuju rumah duka untuk menghadiri kebaktian penghiburan untuk keluarga Bagus yang diadakan pada pukul 7 malam di blok 4 Toa Payoh Industrial Park #01-1345A. Sesampai di sana ternyata beberapa wajah familiar sudah berada di sana: keluarga Bagus (mama, papa, dan kedua kokonya), pak Stefanus beserta istri, ci Mulya, ko Hendra Gunawan, dan juga istrinya ko Jerry (mamanya Kezia).

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 3

Tak lama kemudian kita memulai kebaktian penghiburan, yang dibuka dengan doa dari ko Hendra. Suasana terasa begitu sedih, dan banyak dari keluarga maupun teman – teman yang hadir menangis saat doa dinaikan. Bagus… memang sangat dirindukan oleh banyak orang, namun kita semua tahu bahwa saat ini Ia sudah berada di dalam pangkuan Bapa. Bagus sudah sembuh, Bagus sekarang ini bahagia bersama dengan Allah Bapa di surga.

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 4Kemudian ci Iva memimpin kita di dalam beberapa lagu pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Di dalam suasana duka, banyak hal yang tidak bisa kita mengerti, namun satu hal yang pasti adalah Allah tetap memegang kendali. Dalam pujian itu bisa saya rasakan betapa baiknya Tuhan di dalam hidup Bagus dan keluarganya. Tuhan tetap memegang kendali di dalam situasi apa pun. Melihat ketabahan dari keluarga Bagus saya merasa sangat dikuatkan dan diberkati sekali. Saya yakin itu semua adalah buah dari iman Bagus selama ini. Bagus… engkau sudah menjadi teladan bagi keluarga maupun para sahabatmu… engkau terus percaya kepada Tuhan sampai kepada garis finish.

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 5

Pak Stefanus kemudian memberikan kata – kata penghiburan. Orangtua dan koko – koko Bagus adalah benar – benar keluarga yang baik dan mengasihi Bagus sepenuhnya. Mereka sudah berjuang dan memberikan yang terbaik bagi Bagus. Pak Stefanus berpesan bahwa kesedihan dan air mata yang kita teteskan hari ini merupakan kesedihan yang sementara. Bagus sudah mendahului kita. Kita yang ditinggalkan harus tetap tabah dan kuat. Suatu saat kelak kita akan berkumpul kembali dengan Bagus di dalam kekekalan bersama dengan Bapa di surga. Kemudian kita semua juga mendoakan keluarga Bagus dan meminta Tuhan agar memberikan penghiburan dan kekuatan.

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 6

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 7Setelah itu keluarga Bagus yang diwakili oleh kedua kokonya memberikan pesan dan kesan mengenai kehidupan Bagus. Dari kesaksian mereka, saya baru mengetahui bahwa perjuangan Bagus tidaklah mudah. Selama 1 tahun dan 4 bulan, Bagus menghadapi penyakit leukemia ini. Walaupun demikian Bagus tidak pernah mengeluh, selalu ceria, dan energik. Mereka bercerita bahwa Bagus selalu berdoa agar keluarganya diberikan ketabahan dan kekuatan. Sungguh kedua koko Bagus merasa sangat kehilangan akan adik mereka yang tercinta, dan juga mereka sangat salut serta bangga memiliki adik yang begitu luar biasa. Bagus sempat merayakan dua kali ulang tahun di Singapura, yang begitu berkesan bagi Bagus maupun keluarganya. Keluarga Bagus juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada sahabat – sahabat keluarga Bagus yang terus – menerus mendukung dan mendoakan mereka.

Mulya Goyang Kerawang - PenulisHidupku.Com - 1Ci Mulya juga memberikan pesan dan kesan mengenai hidup Bagus. Sebagai salah satu jemaat NDFI yang aktif mengikuti perkembangan Bagus, ci Mulya juga merasa sangat kaget akan berita kepulangan Bagus ke rumah Bapa. Ci Mulya salut dengan keluarga Bagus yang di dalam pergumulannya yang tidak mudah terus menerus bergantung kepada Tuhan Yeus. Mereka sudah menjadi contoh dan teladan bagi banyak orang lainnya yang juga sedang mengalami pergumulan yang sama. Kepergian Bagus meskipun membawa kesedihan, namun juga ada sukacita karena Bagus sudah berada di tempat yang jauh lebih baik, jauh lebih mulia, dan tidak ada lagi penderitaan maupun air mata. Walaupun Tuhan menghendaki Bagus agar pulang ke pangkuanNya, Ci Mulya yakin bahwa keputusan Tuhan selalu adalah yang terbaik. Tuhan akan selalu menyertai keluarga Bagus dan memberikan penghiburan kepada mereka.

Herman Cho - PenulisHidupku.Com - 1Kemudian ko Herman Cho juga menambahkan dengan memberikan kesaksian. Ko Herman tidak mengerti mengapa di dalam hidup ini ada banyak penderitaan. Dia sendiri pernah bertanya kepada Tuhan mengapa ia harus mengalami masalah dengan kesehatan papanya. Sampai satu hari ia terjun ke dalam pelayanan orang – orang sakit dan Tuhan membukakan kepadanya bahwa masalah yang ko Herman hadapi adalah masalah yang biasa. Ada begitu banyak orang lain (termasuk keluarga Bagus) yang mengalami masalah yang lebih sulit. Ko Herman mengatakan bahwa walaupun kepergian Bagus itu kita tangisi, namun yang terpenting adalah bagaimana kita semua yang ditinggalkan bisa memperjuangkan keselamatan dan iman kita masing – masing… supaya sama seperti Bagus kita semua juga bisa memasuki kerajaan surga yang kekal.

Bagus Suryadarma Sanjaya - PenulisHidupku.Com - 8

Bagus… kamu akan sangat kami rindukan… suatu saat nanti kita semua akan berkumpul kembali. Sampai saat itu tiba… kita semua di sini akan tetap hidup sepenuhnya bagi Yesus Kristus.


Selamat jalan kekasih Tuhan Bagus Suryadarma Sanjaya – 22 April 2012, 8.44 PM.
Tuhan memeluk dan menghibur keluarga Bagus yang ditinggalkan.
Terima kasih kepada YouTube atas video musiknya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.