Diary 14 November 2014 – Acara Penghiburan Keluarga Pak Yuyung Harjanto

Malam ini gua, Effendy Pong, dan istrinya pergi ke rumah duka Heaven Gedong Panjang untuk menghadiri acara penghiburan keluarga pak Yuyung. Sudah beberapa bulan gua gak ke gedung ini, dan terakhir adalah saat adiknya mama (Ie Ie Aling) kembali ke rumah Bapa di surga. Gua menghabiskan waktu hampir seminggu di rumah duka ini sebelumnya, jadi otomatis sangat familiar dengan gedungnya. Kita bertiga menuju lantai 8 untuk memberikan penghiburan kepada keluarga pak Yuyung yang ditinggalkan. Ternyata di sana sudah berkumpul begitu banyak anggota FGBMFI sampai ruangan begitu padat penuh, dan keluarga pak Yuyung juga terlihat begitu kuat, tabah, bahkan memancarkan suka cita.

Ronny Sukamto - Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - PenulisHidupku.com - 1

Pak Ronny Sukamto membagikan firman dan sharing sedikit mengenai pak Yuyung Harjanto yang beliau kenal. Pak Anthony Puthirai juga menyampaikan beberapa pesan dan kesannya. Kemudian putra bungsu dari pak Yuyung mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar FGBMFI atas dukungannya. Melalui cerita dari putranya ini pula, gua mendapatkan gambaran yang lebih sempurna betapa beratnya pergumulan pak Yuyung sebelumnya. Namun bahwa kenyataannya pak Yuyung mempertahankan iman sampai pada akhirnya, itu adalah sebuah kemenangan, yang patut disyukuri dan dirayakan.

Anthony Puthirai - Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - PenulisHidupku.com -

Di akhir doa penutup, saya melihat banyak saudara – saudara FGBMFI menyeka air mata mereka. Kita merasa kehilangan, tetapi kita juga bersyukur bahwa pak Yuyung sudah terlebih dahulu sampai ke sana bertemu dengan Yesus Kristus. Suatu saat kita semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan berkumpul kembali. Firman Tuhan mengatakan lebih baik menghadiri rumah duka daripada datang ke pesta, dan malam ini gua sangat diberkati walau harus membatalkan beberapa acara pribadi. Teladan yang diberikan oleh pak Yuyung sangat memberikan inspirasi, dan semangatnya dalam mempertahankan iman dalam situasi apa pun telah terimpartasi kepada seluruh anggota FGBMFI sehingga hanya nama Tuhan saja yang dimuliakan.

Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - FGBMFI Indonesia West 4 - PenulisHidupku.com - 1

Untuk pesan dan kesan akan pak Yuyung Harjanto bisa dibaca DI SINI. Tuhan Yesus memberkati.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 15 November 2014.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Selamat Jalan Pak Yuyung Harjanto Dan Sampai Bertemu Lagi Di Surga Mulia – (13 Nov 2014)

Yuyung Harjanto - FGBMFI Indonesia West 4 - PenulisHidupku.Com - 1Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, pak Yuyung Harjanto pada tanggal 13 November 2014.

Mendengar kabar ini saya pribadi merasa kaget, bersedih, namun juga ada sukacita karena beliau telah menyelesaikan pertandingan di dalam kehidupan ini dengan baik. Terus terang saya baru mendengar nama pak Yuyung beberapa bulan terakhir ini, melalui FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International) chapter Mediterania PIK yang diadakan setiap hari Rabu pukul 18:30 – 21:00 WIB di hotel 88 Grogol. Di sana beliau pernah menjadi seorang pembicara, dan kita begitu sangat diberkati. Nanti saya akan bercerita sedikit mengenai kisah hidupnya yang luar biasa.

PENGUSAHA SANDWICH BAKAR

Pak Yuyung ini juga dikenal dengan pak Yuyung Sandwich Bakar, karena memang usaha beliau di bidang itu. Pada tahun 2010 dimana saat itu saya masih dalam keadaan hidup yang serba hancur di Singapura dan baru sekitar 9 bulan dalam wadah FGBMFI di chapter Lucky Plaza Singapura, saya berkunjung ke Jakarta selama beberapa hari. Pada salah satu malam saya diajak oleh kawan – kawan saya, Effendy Pong, Chemmy Kusuma, Jefta Harlianto, Kosim, dan Juni Yanto untuk makan malam di sebuah restoran sandwich bakar. Ketika kami tiba di sana, saya melihat di pintu restoran tersebut ada tulisan yang kurang lebih menginformasikan bahwa di tempat tersebut sering diadakan pertemuan chapter Full Gospel.

Saya tidak tahu siapa nama pemilik restoran sandwich bakar tersebut, sampai pada pertengahan tahun 2014 chapter kami di Hotel 88 Grogol mengundang beliau untuk menjadi seorang pembicara. Kawan saya Effendy Pong dengan cepat mengingatkan saya bahwa beliau ada pemilik restoran sandwich bakar yang kita kunjungi pada tahun 2010. Singkat cerita di dalam salah satu pertemuan di hotel 88 Grogol itulah saya bertemu dengan pak Yuyung secara langsung. Kebetulan saya pada saat itu ditugaskan sebagai sekretaris chapter, jadi saya harus ada sedikit interaksi dengan setiap pengunjung chapter.

KESAKSIAN PAK YUYUNG DI FGBMFI CHAPTER MEDITERANIA PIK HOTEL 88 GROGOL

Kesan saya terhadap pak Yuyung itu begitu mendalam. Beliau berbicara dengan begitu lembut, dan yang tidak akan pernah saya lupa adalah cara dia tersenyum… yang menurut saya begitu indah. Pak Yuyung begitu ramah, dan sewaktu berbicara dengan beliau ada rasa teduh di hati. Saya percaya dan sangat yakin bahwa pak Yuyung ini adalah orang yang diurapi oleh kuasa Roh Kudus. Pembawaan dirinya juga sederhana, dan dia begitu rendah hati. Saat itu saya belum tahu apa yang akan dibicarakan oleh pak Yuyung di dalam pertemuan FGMFI tersebut.

Saat yang dinantikan pun tiba, MC pada malam hari itu mempersilahkan bapak Yuyung untuk berbicara di ruangan meeting yang dihadiri lebih dari 30 orang. Pak Yuyung mulai membagikan kesaksiannya. Nada suaranya sedikit tersedak di beberapa bagian kesaksiannya karena dia begitu merasakan betapa Tuhan begitu baik. Akan sedikit saya jabarkan walaupun tidak bisa detail mengenai kesaksian beliau yang begitu luar biasa. Kesaksian ini juga pernah dimuat di dalam tulisan DI SINI.

Sama dengan kebanyakan dari anggota FGBMFI, dimana para business men itu tidak terlepas dari berbagai macam gangguan dan godaan kehidupan, begitu pula perjalanan rohani pak Yuyung awalnya tidak mulus. Beliau suka minum, menggunakan obat, dan juga terjebak di dalam kehidupan malam. Kehidupan tersebut mempengaruhi dan sempat merusak kehidupan rumah tangga dan juga finansial beliau. Singkat cerita melalui pertolongan Tuhan yang ajaib, pak Yuyung diundang untuk datang menghadiri sebuah pertemuan FGBMFI, suatu persekutuan antar denominasi yang dikhususkan untuk menjangkau para pria yang belum kenal Yesus maupun sedang lari dari Yesus.

Melalui wadah FGBMFI inilah pak Yuyung bertobat, dan kemudian bertumbuh di sebuah gereja lokal. Hidupnya mengalami perubahan, dan pemulihan demi pemulihan pun dia alami baik dari segi keluarga maupun keuangan. Singkat cerita pak Yuyung pun memulai usaha sandwich bakar. Semua berjalan dengan baik, dan pak Yuyung aktif melayani di dalam wadah FGBMFI ini. Beliau juga pernah menjabat sebagai presiden chapter.

Suatu hari pak Yuyung merasakan nyeri di uluh hati, dan awalnya beliau tidak terlalu pusingkan. Tetapi setelah bertahun – tahun kondisinya semakin bertambah parah. Akhirnya melalui diagnosa dokter, dikatakan bahwa kondisi hati pak Yuyung sudah dalam kondisi kritis dan sangat mengancam hidup. Pak Yuyung percaya itu adalah akibat dari kebiasan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelumnya. Melalui doa dan berbagai macam pergumulan, akhirnya diputuskanlah pak Yuyung untuk berangkat ke China untuk dirawat di sana dan diambil tindakan transplan hati. Pak Yuyung menjelaskan bahwa prosedur transplan hati itu tidak mudah, apalagi hati yang ditransplan itu diambil dari donor yang baru saja meninggal dunia dan harus segera diadakan operasi transplan dalam waktu kurang 5 jam supaya kondisi hati itu tidak keburu rusak.

Sebelum menghadapi proses transplan tersebut, pak Yuyung harus banyak sabar menunggu, sementara kondisinya sudah semakin parah. Tubuhnya menjadi kurus, dan kulitnya menguning. Seringkali pula dia mengalami rasa gatal yang hebat dari ujung kaki sampai ujung kepala selama berhari – hari karena salah satu kandungan di dalam tubuh pak Yuyung sangat begitu tinggi jauh melampaui batas orang normal. Dan rasa gatal itu pun harus dia alami berhari – hari secara non stop sehingga dia merasa begitu menderita.

Berkat pertolongan Tuhan, tiba – tiba donor yang cocok pun tersedia. Segera hari itu juga setelah diinformasikan pak Yuyung memasuki ruang operasi di rumah sakit di Tianjing China. Operasi berlangsung berjam – jam, dan puji Tuhan dinyatakan berhasil. Setelah itu pak Yuyung harus memasuki masa pemulihan, sambil ditemani dengan anak serta istrinya. Setelah memasuki beberapa jenis tes dari pihak rumah sakit, pak Yuyung dinyatakan sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Ada kelegaan di dalam diri pak Yuyung berserta dengan keluarga, namun mereka tetap putuskan untuk tidak segera kembali ke Indonesia dan menginap terlebih dahulu di sebuah hotel di kota Tianjin tersebut.

Setelah beberapa hari ternyata kondisi pak Yuyung kembali tidak membaik. Dan setelah diadakan pemeriksaan oleh dokter rumah sakit, pak Yuyung harus segera kembali memasuki rawat inap. Melalui berbagai macam tes, akhirnya dokter menyimpulkan bahwa transplan hati sebelumnya gagal. Mendengar itu pak Yuyung dan istri begitu kaget seperti mendengar petir di siang bolong. Beliau begitu sedih, dan selama beberapa hari berikutnya beliau merasa begitu tertekan. Dokter menyarankan untuk diadakan tindakan operasi transplan hati yang kedua kalinya. Namun pak Yuyung dan keluarga sudah merasa tidak mampu lagi secara finansial. Pengeluaran sudah begitu banyak dan pak Yuyung sudah hampir menyerah.

Di tengah – tengah pergumulan itu, teman – teman FGBMFI membanjiri pak Yuyung dan keluarga dengan banyak pesan – pesan serta doa yang menguatkan. Suatu waktu salah satu dari anggota senior FGBMFI chapter garmen, bapak Ronny Sukamto menelepon beliau. Pak Ronny Sukamto menanyakan apa vonis dokter dan bagaimana kondisi iman pak Yuyung. Pak Yuyung menjelaskan apa yang dokter telah sampaikan mengenai operasi transplan kedua, dan mengenai imannya beliau mengatakan “saya tetap beriman kepada Tuhan Yesus Kristus pak. Kalau saya mati itu pun artinya saya kembali ke pangkuanNya. Tetapi saya tidak mau mati di China pak. Lebih baik saya mati di Indonesia saja”.

Pak Ronny bersyukur atas jawaban yang pak Yuyung berikan, dan dia berkata kepada pak Yuyung agar terus berharap kepada Tuhan Yesus. Di belakang layar pak Ronny menggerakan begitu banyak anggota FGBMFI untuk saweran untuk membantu pak Yuyung. Hanya dalam 3 hari seluruh dana yang dibutuhkan untuk diadakannya operasi transplan hati yang kedua telah terkumpul. Uang tersebut kemudiakan diserahkan kepada keluarga pak Yuyung. Pak Yuyung begitu terharu dan serasa tidak percaya. Pak Ronny mengatakan kepada pak Yuyung agar terus pertahankan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan seluruh anggota FGBMFI mendukung pak Yuyung melalui doa.

Setengah masalah sudah teratasi, namun proses masa menunggu donor yang cocok pun dimulai kembali. Tidak ada kejelasan dan tidak bisa diprediksi kapan donor yang cocok akan tiba. Yang bisa dilakukan oleh pak Yuyung adalah berdoa, sambil menunggu, menunggu, dan menunggu. Belum lagi kondisi tubuhnya begitu lemah, dan semakin membuatnya menderita. Dia begitu kesakitan sampai tidak bisa tidur. Dalam situasi itu iblis berbisik kepadanya “sudah deh Yung elu nyerah saja, sebelum transplan hati itu datang, elu bakalan mati duluan”. Namun pak Yuyung terus tekun berdoa dan beriman kepada Tuhan Yesus di dalam pergumulan hebat yang dia alami baik secara fisik, jiwa, maupun rohani.

Suatu waktu pak Yuyung diingatkan bahwa dia ternyata butuh mengadakan pemberesan dengan paman-nya yang pernah melukai perasaan dia begitu mendalam. Pak Yuyung sudah melupakan masalah tersebut, namun rasa sakit di hati tersebut masih ada. Pak Yuyung pun berkata kepada dirinya sendiri bahwa hidup dan matinya itu ada di tangan Tuhan, tetapi dia harus melalukan permohonan maaf kepada paman-nya sehingga paman-nya itu pun bisa merasakan kelegaan. Di dalam situasi yang begitu sulit, pak Yuyung memilih untuk melalukan praktek kasih Yesus Kristus, untuk terus memberkati jiwa lain, dan tidak berfokus kepada dirinya sendiri.

Singkat cerita setelah pak Yuyung memohon dan memohon kepada paman-nya melalui telepon, akhirnya pamannya tersebut terbang dari Malaysia ke China. Ketika bertemu dengan pamannya, pak Yuyung langsung berlutut dan memohon ampun karena dia menyimpan rasa sakit hati. Ternyata yang seharusnya butuh diampuni adalah paman-nya tersebut yang sudah pernah melukai dia. Di sana mereka saling memohon maaf, berpelukan, dan menangis. Pak Yuyung katakan bahwa sesudah itu dia mengalami suatu kelegaan yang luar biasa, yang tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata. Dia kemudian berdoa kepada Tuhan “Tuhan… sekarang aku siap untuk mati. Kalau aku mati aku bertemu dengan Engkau, dan kalau aku hidup… aku pun hidup hanya untuk Engkau. Terjadilah kehendakMu atas hidupku”

Paman pak Yuyung menemani beliau dan keluarga selama beberapa hari. Dan dia begitu aktif dalam mendesak para dokter dan pihak rumah sakit agar pak Yuyung dirawat dengan lebih baik lagi. Beberapa waktu setelah pamannya kembali pulang, pak Yuyung mendapatkan kabar gembira bahwa transplan hati yang kedua sedang menuju ke Rumah Sakit. Beberapa jam kemudian pak Yuyung memasuki ruang operasi untuk kedua kali. Di dalam hatinya dia terus – menerus memanggil nama Yesus…

Singkat cerita operasi kali ini berjalan dengan lancar, dan setelah melalui masa pemulihan serta berbagai macam tes yang terus menerus diulang – ulang, pihak para dokter di China menyatakan bahwa kondisi hati pak Yuyung sudah 100% baik… puji Tuhan !

Setelah mengakhiri kesaksiannya saya melihat banyak wajah di ruangan tersebut yang terkagum – kagum atas kebesaran Tuhan Yesus. Pak Yuyung pun mengakhiri kesaksiannya dengan doa kepada Tuhan Yesus. Saat doa dipanjatkan, ada seorang bapak menangis tersedu – sedu… saya percaya itu kuasa Roh Kudus, dan iseng – iseng saya mengintip… ternyata bapak yang menangis tersebut sedang berlutut. Kami semua sangat diberkati oleh pelayanan Roh Kudus dan pak Yuyung pada malam itu. Demikian adalah beberapa komentar dari saudara – saudara saya di chapter Mediterania PIK Hotel 88 Grogol:

  • Gila… gua sampe merinding dengernya. Dahsyat sekali ya.
  • Itu untuk transplan hati gua denger bisa habisin milyaran rupiah buat sekali operasi. Wah luar biasa sekali yah dia terus percaya sama Tuhan dalam situasi seperti itu.
  • Orang seperti ini yang hampir mengalami kematian… dia sudah mengerti apa artinya makna kehidupan.
  • Jujur Han, akhir – akhir ini gua merasa nggak bersemangat dan sering bersungut – sungut sama Tuhan. Tetapi malam ini setelah gua dengar kesaksian pak Yuyung gua sadar bahwa masalah gua itu tidak ada apa – apanya dibandingkan dia. Dan dalam masalah yang begitu hebat saja dia tidak patah semangat namun terus percaya sama Tuhan. Gua sekarang merasa dikuatkan Han, gua juga harus bangkit dan bersemangat kembali.

PERTEMUAN PENULIS DENGAN PAK YUYUNG KEMBALI

FGBMFI Indonesia West 4 Convention 2014 - Mal Kota Kasablanka - Penulishidupku.Com - 1

Saya kembali bertemu dengan pak Yuyung di mal Kota Kasablanka, dalam acara Konvensi Regional Barat 4 Tahun 2014, pada tanggal 30 – 31 Oktober 2014. Seperti biasa beliau selalu tersenyum dengan ramah. Dari jauh beliau sudah tersenyum ketika melihat saya, kemudian dia berjalan menghampiri saya untuk memberikan salaman. Wah sungguh saya merasa diberkati oleh kerendahan hati dan kehangatan beliau. Beberapa hari kemudian pada hari Minggu tanggal 2 November 2014, saya kembali nggak sengaja bertemu dengan beliau di food court Pluit Village. Kita saling menyapa, dan saya melihat dia ditemani oleh istrinya yang setia, dan putrinya yang bagi saya begitu cantik. Di tempat yang sama juga, saya ditemani oleh 2 orang teman yang pada tahun 2010 lalu berkumpul bersama di restoran sandwich bakarnya pak Yuyung

KABAR DUKA

Hari Kamis malam, 13 November 2014, saya mendengar kabar duka dari saudara – saudara FGBMFI. Ada rasa sedih dan tidak percaya di hati. Tetapi ketika saya mengingat perjuangan iman-nya saya bersyukur karena saya tahu dia kembali ke pangkuan Bapa di surga. Keesokan malamnya saya dan saudara – saudara sechapter kita datang menghadiri acara penghiburan di rumah duka. Tempatnya begitu padat dipenuhi oleh anggota – anggota FGBMFI. Termasuk di sananya ada pimpinan – pimpinan dan para anggota senior seperti bapak Anthony Puthirai, Ronny Sukamto, presdirnya Summarecon (Johanes Mardjuki), dan lainnya. Dari sana saya mendengar bahwa pak Yuyung terjatuh di tangga pada hari Minggu yang lalu (8 November 2014), kemudian mengalami pendarahan di otak. Setelah melalui operasi kondisinya menurun dan akhirnya kembali ke rumah Bapa di surga.

Acara penghiburan pak Yuyung Harjanto - Heaven Gedong Panjang - FGBMFI Indonesia West 4 - PenulisHidupku.com - 1

Ada satu pesan dari pak Ronny Sukamto yang menguatkan saya “waktuNya Tuhan berbeda dengan waktunya kita. Kita boleh merencanakan, namun pada akhirnya Tuhan juga yang memutuskan. Tuhan telah memutuskan sudah saatnya pak Yuyung kembali ke surga”.

PESAN PENULIS

Kisah pak Yuyung ini saya ulangi berkali – kali di lingkungan keluarga dan teman – teman saya. Itulah sebabnya saya bisa cukup hafal dan bisa menuliskannya di sini. Nenek saya mendengar kesaksian ini sambil matanya memerah menahan air mata, terutama ketika saya ceritakan pak Yuyung berlutut minta maaf sama pamannya. Teman saya lainnya jadi rindu ingin ikutan chapter FGBMFI setelah saya ceritakan kesaksian pak Yuyung. Seorang suami istri terdiam selama kurang lebih setengah menit setelah saya ceritakan kesaksian pak Yuyung, dan kalimat pertama yang keluar dari mulut sang suami adalah “ternyata uang bukan segalanya yah Han”. Dan dia kemudian melanjutkan “Tuhanlah yang segalanya”.

Melalui kesaksiannya pak Yuyung yang saya pinjam, banyak orang yang diberkati. Saya juga berharap melalui tulisan ini, kesaksian pak Yuyung terus hidup, dan diperluas kepada banyak pembaca melalui Internet. Kalau saudara / saudari adalah salah satunya, maka percayalah bahwa Tuhanlah yang membimbing anda sampai kepada tulisan ini. Dan juga kalau ada anggota keluarga pak Yuyung yang membaca tulisan ini, biarlah mereka merasa bangga akan bapak Yuyung yang luar biasa dipakai oleh Tuhan di dalam hidupnya, dan mengikuti teladan beliau dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.


Puji syukur kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bapak Yuyung Harjanto atas kisah hidupnya yang luar biasa.
Terima kasih kepada seluruh keluarga besar FGBMFI Indonesia.
Terima kasih kepada Maria Shandi, YouTube, dan uploader atas musik videonya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 15 November 2014.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 2 Feb 2013 – Mengenang Suk Anyap

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 7Hari ini gua masih di Jakarta untuk bersama dengan keluarga. Entah kenapa di dalam diri gua masih tidak percaya bahwa suk Anyap sudah tidak ada. Dan sepanjang hari ini gua banyak sekali merenung sambil mengenang beliau. Terkadang membuat gua sedikit senyum – senyum sendiri. Gua rasa itulah bagian yang terpenting yang ditinggalkan ketika seseorang meninggal dunia… yakni sejuta kenangan dan warisan nilai – nilai kehidupan. Kedua ini lebih berharga daripada harta benda yang masih bisa kita beli atau raih.

Sejak gua kecil… asuk gua yang satu ini memang dikenal sangat baik, dan selalu membuat gua tersenyum. Gaya bicaranya yang ceplas – ceplos membuat gua merasa nyaman setiap kali gua datang berkunjung ke rumahnya. Penampilannya sederhana, dan dalam pergaulan dia selalu tampil apa adanya. Itu sebabnya asuk memiliki banyak teman dan dihormati oleh para tetangga sekitarnya di daerah Kampung Angus. Suatu hari gua harus membayar sesuatu di sekolah ketika SMA dan hari itu gua gak bawa duit yang cukup. Kebetulan sekolah gua (Katolik RICCI) gak jauh dengan rumah suk  Anyap. Gua kemudian pergi ke sana untuk pinjam duit dulu. Gua tau gua punya asuk yang bisa diandalkan.

Setiap kali papi sakit dan sudah beberapa kali dirawat di RS, suk Anyaplah dari pihak keluarga papi yang paling sering berkunjung dan memberikan semangat. Setiap kali ada suk Anyap, gua selalu ajak dia ngobrol dan seperti biasa dengan gayanya yang khas dia suka godain gua hehehe. Sekarang gua mengenang balik… memang suk Anyap ini sangat baik hatinya dan sangat care sama keluarga. Mami dan Juni cerita bahwa terakhir kali suk Anyap main ke rumah, dia pernah bilang kalau dia meninggal dia mau dikremasi saja supaya tidak membuat susah anak – anaknya.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 2

Papi juga terlihat ling lung… dia merasa sedih cuma dia gak bisa mengungkapkannya. Gua sendiri bukan tipe orang yang suka menutup – nutupi perasaan. Jujur gua merasa sedih dan kehilangan… karenanya sebisa mungkin gua mau ikut membantu sukme Afong sekeluarga di rumah duka. Hari ini gua mondar – mandir antara rumah dan rumah duka sampai 4 kali. Gua melihat anak – anak suk Anyap terutama Dede dan Lala masih sangat sedih. Sambil gua melipat – lipat kertas uang perak, gua mendengar banyak cerita mengenai kebaikan suk Anyap semasa dia hidup.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 3

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 4

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 6Gua bersyukur bahwa suk Anyap sudah berhasil membesarkan anak – anaknya sehingga mereka bisa menjadi orang – orang yang berhasil. Gua juga bersyukur suk Anyap sudah menggendong 2 orang cucu. Sekarang doa gua adalah supaya sukme, dan anak – anaknya mendapatkan ketabahan maupun kekuatan sehingga mereka bisa terus hidup dengan penuh kedamaian serta pengharapan. Sementara gua akan terus – menerus mengenang suk Anyap sampai akhir hidup gua… karena dia adalah orang yang baik dan yang terpenting lagi… dia adalah keluarga gua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 2 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 1 Feb 2013 – Berita Duka Dari Keluarga Papi

Duka Cita - PenulisHidupku.Com - 1Hari ini pukul 4:48 sore setelah beres meeting dengan customer gua baru baca sms dari sepupu gua, Hendra, bahwa papanya (adik dari papi) telah meninggal dunia tadi pagi… “karena kecelakaan” demikian info singkatnya. Gua sempat shock terdiam selama beberapa menit di dekat sebuah lampu merah. Beberapa kali mencoba menghubungi Hendra namun telepon tidak diangkat.

Lalu gua memutuskan untuk pulang ke Jakarta pada malam harinya. Dan puji Tuhan dapat tiket yg pas. Sesampai di Jakarta gua dijemput oleh mami dan Juni. Papi sudah menunggu kita di rumah duka Jelambar. Sukmei Afong, Hendra, Dede, dan Lala ada di sana. Mereka sangat sedih terutama sukmei dan Dede. Yang paling tabah itu si Hendra dan mendengar kronologisnya disimpulkan Suk Anyap (adik papi) mengalami serangan jantung.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 1

Secara kepercayaan tradisi gua tahun ini katanya ciong kalau menjenguk orang meninggal (melihat jenazahnya). Tetapi ya gua tetap aja melakukan itu karena gua percaya sama Tuhan Yesus dan gak percaya ilmu hitung nasib yang berdasarkan i-Ching. Yang terpenting gua ingin menghibur keluarga yang ditinggalkan dan sebisa mungkin meringankan beban mereka.

Selamat jalan suk… saya kangen dengan tawa canda suk Anyap yang unik.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 1 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

TANPA TUHAN, HIDUP TERASA SIA – SIA – Kesaksian Luar Biasa Dari Dr. Richard Teo Keng Siang

Richard Teo Keng Siang - PenulisHidupku.Com - 1Direkam dalam sebuah pertemuan Dental Christian Fellowship, pada tanggal 24 November 2011, 8 bulan setelah diagnosis. Richard senang untuk berbagi kisah hidupnya dengan anda. Kami melakukan ini untuk melanjutkan pekerjaannya. Silakan membaca dan membagikannya kepada orang lain yang anda kasihi.

Berikut adalah transkrip pembicaraan Dr Richard Teo, yang adalah seorang jutawan dalam usia 40 tahun dan ahli bedah kosmetik. Beliau didiagnosa mengindap kanker paru – paru stadium 4.

LATAR BELAKANG

Selamat pagi kepada anda semua. Suara saya agak serak akibat kemoterapi, jadi harap dimaklumi. Nama saya Richard, temannya Danny, yang mengundang saya kemari. Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah hasil produk khas masyarakat saat ini. Dari muda saya selalu percaya bahwa cara untuk menjadi bahagia adalah dengan mendapatkan kesuksesan. Dan untuk menjadi sukses, saya harus menjadi kaya. Jadi saya menjalani hidup saya sesuai dengan motto ini.

Saya berasal dari keluarga yang miskin. Pada saat itu saya sangatlah kompetitif baik dalam olahraga, pelajaran, dan kepemimpinan. Saya menginginkan semuanya. Saya pernah pergi ke sana, dan melakukan itu semua. Namun pada akhirnya, semuanya masih mengenai uang.

Dalam beberapa tahun terakhir saya adalah seorang trainee dalam oftalmologi. Tetapi saya merasa tidak sabar karena teman – teman saya yang keluar ke praktek swasta menghasilkan uang yang banyak. Sementara saya terjebak dalam sebuah magang. Jadi saya berkata, ‘Cukup, sudah terlalu lama. “Pada saat itu, ada lonjakan murid – murid kedokteran estetika. Saya yakin anda menyadari, kedokteran estetika telah memuncak selama beberapa tahun terakhir, dan saya melihat peluang menghasilkan uang yang baik di sana. Begitu banyak sehingga saya berkata, ‘Lupakan oftalmologi, aku akan melakukan pengobatan estetika. “Jadi itulah yang saya lakukan.

Adalah sebuah kenyataan bahwa menjadi dokter praktek umum tidak membuat anda kaya. Yang membuat seorang dokter menjadi kaya adalah ketika mereka menangani selebriti kaya, politisi kaya, maupun orang – orang terkenal. Jadi saya ingin menjadi salah satu dari dokter – dokter seperti itu. Saya menyelam langsung ke dalam pengobatan estetika. Kalau dahulu orang mengeluh untuk membayar 30 dollar untuk konsultasi dokter karena merasa mahal, orang yang sama bersedia membayar 10,000 dollar untuk menyedot lemak. Jadi saya berkata “mari kita berhenti menyembuhkan orang sakit, saya akan menangani masalah kecantikan, menjadi ahli kecantikan medis yang terlatih”

Dan itulah yang saya lakukan – sedot lemak, pembesaran payudara, operasi kelopak mata. Anda sebut saja, saya bisa melakukannya. Dan uang yang dihasilkan pun sangatlah baik. Ketika klinik saya dimulai, waktu tunggunya adalah 1 minggu, kemudian berkembang menjadi 1 bulan, 2 bulan, dan akhirnya menjadi 3 bulan. Ada begitu banyak permintaan bahwa orang-orang yang benar-benar antri untuk memiliki pekerjaan estetika yang dilakukan pada mereka yang kebanyakan adalah wanita. Ini adalah sebuah hidup yang mudah.

Klinik saya pun bertumbuh. Saya begitu kewalahan. Dari satu dokter, saya mempekerjakan 2 dokter, kemudian 3, dan pada akhirnya sampai 4 dokter. Tidak ada yang pernah cukup. Saya ingin lebih, lebih, dan lebih lagi. Beitu banyak pasien sehingga kita mendirikan toko di Indonesia untuk memikat para wanita / istri kaya. Kami mendirikan toko, membentuk tim dari orang – orang di sana, untuk mendapatkan lebih banyak pasien dari Indonesia.

Segala sesuatu berjalan begitu baik bagi saya. Saya telah berada di sana, waktu keemasan saya telah tiba. Pada bulan Februari tahun lalu saya berkata “baik, saya sekarang memiliki uang tunai cadangan begitu banyak, saatnya untuk mendapatkan Ferrari pertama saya.” Kemudian datanglah Ferrari pertama saya. Selanjutnya saya mencari lahan untuk membangun rumah. Saya berbagi dengan seorang teman yang adalah seorang bankir yang menghasilkan 5 juta dollar setahun. Kita membeli tanah dan membangun beberapa rumah kami di sana.

Aku berada di puncak kejayaan, bersiap-siap untuk menikmati. Pada saat yang sama, teman saya Danny mengalami kebangunan rohani. Mereka kembali pergi ke gereja. Beberapa teman dekat saya mengatakan, ‘Richard, datang, bergabunglah dengan kami, datanglah kembali ke gereja.”

Saya telah menjadi orang Kristen selama 20 tahun, saya dibaptis 20 tahun yang lalu, tapi itu semua saya lakukan karena pada saat itu adalah trend untuk menjadi seorang Kristen. Itu modis! Saya ingin dibaptis, sehingga ketika saya mengisi formulir, saya bisa diletakkan di sana agama “Kristen” – kedengarannya baik. Sebenarnya, saya tidak pernah punya Alkitab, saya tidak tahu Alkitab itu isinya apa.

Saya pergi ke gereja untuk sementara. Setelah beberapa waktu, saya merasa lelah. Saya berkata saatnya untuk pergi ke NUS (universitas nasional Singapura), berhenti pergi ke gereja. Di NUS, saya memiliki banyak hal – hal lain untuk dikejar – perempuan, pelajaran, olah raga, dan lain lain. Lagipula saya mencapai ini semua tanpa Tuhan sampai hari ini, jadi siapa yang butuh Tuhan ? Saya bisa capai sendiri apa pun yang saya inginkan. Demikianlah pemikiran saya pada saaat itu.

Dalam kesombongan saya, saya mengatakan kepada mereka, “kamu kasih tahu ke pendeta di gereja, kalau dia bisa mengganti waktu ibadah jadi jam 2 siang maka saya akan mempertimbangkan untuk pergi ke sana” Saya benar – benar sombong. Saya juga katakan kepada Danny dan teman – teman saya,”Jika Tuhan benar – benar ingin saya untuk datang kembali ke gereja, Dia akan memberikan saya tanda”. Dan benar saja… 3 minggu kemudian saya kembali datang ke gereja.

DIAGNOSA

Pada bulan Maret 2011, tiba – tiba saya merasakan sakit di punggung yang terus – menerus. Sebagai catatan saya rutin pergi ke gym untuk latihan, berlari, dan olahraga renang 6 hari seminggu. Saya kemudian pergi melakukan MRI untuk mengadakan pemeriksaan. Sehari sebelum scan MRI, saya masih di gym, mengangkat beban berat, dan melakukan squats. Keesokan harinya dokter menemukan bahwa setengah tulang belakang saya mengalami pergantian sumsum tulang. Saya berhata “Woah,maaf, apa itu ?”

Kita kemudian melakukan PET scan keesokan harinya, dan mereka mendiagnosa saya memiliki kanker paru – paru terminal, stadium 4B. Kanker tersebut telah menyebar ke otak, setengah tulang belakang, seluruh paru – paru saya penuh dengan tumor, hati, adrenal…

Saya berkata “Tidak mungkin, saya masih bisa ke gym semalam. Apa yang terjadi di sini ?” Saya yakin Anda tahu bagaimana rasanya. Satu saat aku ada di sana di atas puncak karir dan kejayaan, keesokan harinya berita ini datang dan membuatku benar-benar hancur. Seluruh dunia saya terasa telah terbalik.

Saya tidak bisa menerimanya. Saya memiliki seratus kerabat di kedua sisi, ibu saya dan ayah saya. 100 dari mereka. Dan tidak satu pun memiliki kanker. Bagi saya, dalam pikiran saya, saya memiliki gen yang baik, saya tidak seharusnya memiliki ini! Beberapa kerabat saya adalah perokok berat. Mengapa saya mengalami kanker paru-paru? Saya berada dalam penyangkalan.

PERJUMPAANNYA DENGAN TUHAN

Jadi pada hari berikutnya, saya masih dalam keadaan penyangkalan, masih tidak dapat menerima apa yang sedang terjadi. Setelah menyelesaikan biopsi, saya berbaring di ruang operasi. Para perawat dan dokter telah meninggalkan saya dan bilang saya harus menunggu selama 15 menit untuk melakukan pemeriksaan X-ray untuk memastikan tidak ada pneumotoraks (komplikasi).

Di atas meja operasi, menatap kosong ke langit-langit ruang operasi yang dingin namun tenang. Tiba-tiba saya hanya mendengar suara batin, tidak seperti yang datang dari luar. Suara itu berasa dari dalam. Itu adalah suara hati kecil yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Dan dikatakan dengan sangat spesifik, katanya, “Hal ini semua terjadi padamu, pada saat kamu jaya, karena itu satu-satunya cara agar kamu bisa mengerti.”

Saya berkata, “Woah, dari mana suara itu berasal ?” Anda tahu, ketika anda berbicara kepada diri anda sendiri, anda akan berkata “Ok, kapan saya harus meninggalkan tempat ini ? Dimana saya harus makan malam setelah ini ?” Anda berbicara dari sudut pandang orang pertama. Anda tidak akan berkata “Kemana seharusnya KAMU pergi setelah ini”. Sementara suara yang berbisik kepada saya adalah suara dari sudut pandang orang ketiga, “Hal ini semua terjadi padamu, pada saat kamu jaya, karena itu satu-satunya cara agar kamu bisa mengerti.” Pada saat itu, emosi saya meluap, dan saya menangis dan menangis, sendirian di sana. Dan saya tahu kemudian apa artinya memahami bahwa ini adalah “satu – satunya cara”.

Karena saya telah begitu bangga pada diri sendiri, seluruh hidup saya, saya tidak membutuhkan siapa pun. Saya sangat berbakat dengan hal-hal yang bisa saya lakukan, mengapa saya perlu orang lain? Saya hanya begitu penuh dengan diri sendiri sehingga tidak ada cara lain saya bisa berbalik kepada Tuhan.

Bahkan, jika seandainya saya didiagnosis dengan stadium 1 atau 2, saya akan sibuk mencari ahli bedah kardiotoraks terbaik, angkat bagian dari lobus (melakukan lobektomi), melakukan kemoterapi preventif … yang kemungkinan sembuhnya sangt tinggi. Siapa yang butuh Tuhan? Tapi saya punya stadium 4B. Tidak ada orang yang bisa membantu, hanya Tuhan yang bisa.

Serangkaian peristiwa terjadi setelah itu, namun saya merasa belum yakin benar. Saya pikir “mungkin memang ada suara, atau mungkin itu hanya saya yang berbicara kepada diri sendiri”. Saya tidak percaya itu semua.

Berikutnya saya dipersiapkan untuk kemoterapi. Saya mulai dengan radiasi seluruh otak terapi pertama, memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Sementara itu mereka mempersiapkan saya untuk kemoterapi, suplemen dll. Salah satu yang mereka digunakan untuk kemoterapi adalah Zometa, yang digunakan untukmemperkuat tulang, setelah sumsum tulang (pengganti) yang sembuh dari sel-sel kanker, menjadi berongga, jadi kita perlu Zometa untuk memperkuat tulang untuk mencegah fraktur kompresi.

Salah satu efek samping dari Zometa adalah bahwa hal itu dapat menyebabkan osteonekrosis (kematian tulang) dari rahang, dan saya harus memiliki gigi bungsu saya dicabut. Tahun yang lalu, aku punya gigi bungsu saya dihapus, karena itu memberi saya kesulitan. Gigi bungsu yang di bawah tidak memberi saya kesulitan jadi aku berkata,”Lupakan saja, tinggalkan saja.”, Danny mengajukan diri untuk mencabutnya untuk saya.

Jadi di sanalah saya, terbaring di kursi gigi, bertanya pada diri sendiri, menderita dari semua efek samping radioterapi, dan sekarang harus menjalani operasi gigi. Seolah-olah saya tidak sudah cukup menderita! Jadi saya bertanya Danny, “Eh, bro, apakah ada cara lain? Bisakah saya tidak perlu melakukan operasi ini ? “Dia berkata,” Ya, kamu dapat berdoa. “

Saya berkata, “Apa ruginya? Ok lah, berdoa lah “Dan kami pun berdoa. Setelah itu kami melakukan X-Ray. Segala perlengkapan operasi sudah disiapkan, namun X-Ray menunjukkan bahwa saya tidak memiliki gigi bungsu di rahang bawah. Saya tahu kebanyakan orang memiliki 4 gigi bungsu, mungkin beberapa tak punya, saya tidak terlalu yakin walaupun itu adalah tidak umum.

Masih saja saya berpikir “Nah, aku tidak peduli tentang hal itu.” Bagi saya, selama saya tidak harus mengambil gigi, saya senang. Pada saat itu, saya masih tidak mau percaya kepada kuasa doa. Bagi saya itu semua hanyalah sebuah kebetulan.

Saya kemudian bertemu onkologi saya dan bertanya kepadanya, “Berapa lama sisa hidup yang saya miliki ?” tanya saya kepadanya. Dia mengatakan tidak lebih dari 6 bulan. Saya berkata “bahkan dengan kemoterapi ?” Sekitar 3 – 4 bulan katanya.

Saya tidak bisa memahami hal itu. Sulit untuk diterima. Dan bahkan saat saya pergi melalui radioterapi, saya berjuang setiap hari, terutama ketika saya bangun, berharap bahwa itu semua hanyalah mimpi buruk. Dan berharap ketika saya bangun, semuanya sudah berakhir.

Saat saya sedang berjuang hari demi hari, saya memasuki depresi. Tapi untuk satu alasan, saya tidak tahu mengapa ada suatu hari dimana saya harus bertemu dokter onkologi. Pada sekitar jam 2 siang, saya merasakan tiba – tiba adanya gelombang kedamaian, kenyamanan, dan sedikit kebahagiaan. Perasaan itu meluap sehingga saya menghubungi teman – teman saya melalui whats app bahwa saya tiba – tiba merasa begitu baik walaupun tidak mengerti mengapa itu datang. Dan itu hanya beberapa hari, atau minggu setelah itu, bahwa Danny mengungkapkan kepada saya bahwa ia telah berpuasa selama 2 hari untuk saya, dan ia sedang tawar-menawar dengan Tuhan. Ia mengakhiri puasanya pada titik yang sama persis yakni sekitar jam 2 siang pada hari itu. Dan ketika ia mengakhiri puasa, saya merasa sensasi itu!

Whoa, hal tersebut memang lebih dari sekedar kebetulan. Saya mulai percaya, walau pun belum sepenuhnya. Hari – hari pun berlalu, saya menyelesaikan radioterapi, sekitar 2 minggu-an. Kemudian saya bersiap – siap untuk kemo, sehingga mereka membiarkan saya beristirahat selama beberapa hari. Lihat, angka kematian dari kanker paru-paru: Kanker paru-paru memiliki tingkat kematian tertinggi. Jika Anda menambahkan payudara, kolorektal (usus besar) kanker, dan kanker prostat (kanker beberapa top di Singapura untuk pria dan wanita), jika Anda menjumlahkan angka kematian dari 3, masih tidak sebesar kanker paru-paru. Anda bisa mengerti ini. Anda dapat menghapus prostat, usus besar, payudara, tetapi Anda tidak dapat menghapus paru-paru Anda.

Tapi ada sekitar 10% dari pasien kanker paru-paru mengalami perbaikan untuk beberapa alasan, yang diantaranya karena mereka memiliki mutasi spesifik, kami menyebutnya mutasi EGFR. Dan itu terjadi, hanya 90% pada wanita Asia yang tidak pernah merokok dalam hidup mereka. Sedangkan saya, pertama-tama, saya ini laki-laki. Yang kedua, saya seorang perokok sosial. Saya mengambil satu rokok sehari setelah makan malam, akhir pekan, atau ketika teman-teman saya menawarkan saya. Saya seorang perokok ringan, bukan perokok sosial. Tapi tetap saja, onkologi saya masih tidak berharap bagi saya untuk memiliki mutasi ini.

Kemungkinan hal itu terjadi bagi saya adalah mungkin 3-4% untuk mendapatkannya. Itu sebabnya saya dianjurkan untuk pergi untuk kemoterapi. Namun melalui semua doa yang intens, teman-teman seperti Danny, juga orang – orang yang saya bahkan tidak tahu, selama menunggu saya untuk kemo, ternyata hasil tes menunjukkan bahwa saya EGFR positif. Saya seperti, “Woah, kabar baik!” karena sekarang saya tidak harus menjalani kemoterapi pada waktu itu, karena ada ini tablet oral yang dapat saya gunakan untuk mengontrol penyakit ini.

Seperti yang dapat Anda lihat di sini, ini adalah apa yang Tuhan bisa lakukan. Dan itulah mengapa saya masih di sini memiliki kesempatan ini untuk berbagi dengan Anda. Seperti yang Anda lihat di sini, perbedaan antara sebelum dan setelah pengobatan. Pada saat itu, saya berkata, “Nah, itu yang diharapkan, bukan? Obatnya bagus “Saya masih tidak percaya sepenuhnya.. Nah, orang-orang berdoa untuk saya dan penanda tumor mulai turun. 90% tumor dan penandanya mulai turun.

Tapi tetap saja, Anda tahu, setelah Anda memiliki pengetahuan klinis, Anda tahu statistik. Satu tahun kelangsungan hidup, kelangsungan hidup dua tahun, memiliki semua pengetahuan ini bukanlah hal yang baik. Karena Anda hidup dengan pengetahuan bahwa bahkan dengan semua ini, sel-sel kanker sangat tidak stabil, mereka terus bermutasi. Mereka akan mengatasi dan menjadi resisten terhadap obat-obatan, dan akhirnya anda bisa kehabisan obat.

Jadi hidup dengan pengetahuan ini adalah perjuangan dan siksaan mental yang besar. Kanker bukan hanya tentang perjuangan fisik, itu adalah penyiksaan mental juga. Bagaimana Anda hidup dengan harapan? Bagaimana Anda hidup dengan tidak mampu untuk merencanakan beberapa tahun ke depan? Onkologi memberitahu Anda untuk bertahan untuk 1 – 2 bulan selanjutnya. Jadi banyak perjuangan saat saya melalui Maret dan April lalu. April adalah titik terendah saya, dalam depresi yang mendalam, berjuang bahkan ketika saya sedang dalam masa pemulihan.

PENERIMAAN DAN KEDAMAIANNYA

Suatu hari, saya berada di atas ranjang, berjuang di siang hari, sambil bertanya kepada Tuhan “Mengapa ? Mengapa saya harus melalui perjuangan ini ? Mengapa saya harus menanggung penderitaan ini ? Mengapa saya ?”

Saat saya tertidur, dalam keadaan mimpi, sebuah visi datang, yang mengatakan “IBRANI 12:7-8″

Perlu anda ketahui, sampai saat itu saya belum pernah membaca Alkitab. Saya tidak tahu apa itu Ibrani, saya bahkan tidak tau berapa banyak bab yang ada di dalamnya. Benar – benar tidak tahu apa – apa/

Tetapi kata Ibrani 12:7-8 begitu jelas dan spesifik.

Saya tidak berpikir terlalu banyak. Saya hanya terus tidur. Setelah saya bangun, saya berkata “Apa salahnya untuk mengecek ?” Danny telah membelikan saya sebuah Alkitab. Dan itu masih cukup baru. Saya berkata “Tidak apa – apa, hanya mencoba”. Jadi saya membalik ke perjanjian lama. Bagi saya Ibrani terdengar seperti sesuatu yang kuno, jadi harus dalam Perjanjian Lama bukan ? Jadi saya membalik – balik perjanjian lama. Namun tidak saya temukan Ibrani di sana. Saya sangat kecewa.

Lalu saya berkata “Mungkin di Perjanjian Baru, mari kita lihat !” Wow… di Perjanjian Baru ada kitab bernama Ibrani. Dikatakan Ibrani 12:7-8 “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.”

Saya berkata “Wah… darimana ini berasal ?” Saya merasakan seluruh bulu kuduk saya berdiri. Saya berkata “Ini tidak mungkin benar kan ?” Maksud saya, apa mungkin seseorang yang tidak pernah membaca Alkitab mendapatkan visi mengenai sebuah ayat, yang menjawab pertanyaan saya secara langsung ?

Pada saat itu, kemungkinan hal tersebut terjadi lebih rendah daripada EGFR saya menjadi positif. Tidaklah mungkin itu terjadi kebetulan, ada ribuan ayat di Alkitab bagaimana ayat yang saya butuhkan tiba – tiba bisa saya dapatkan ?

Pada saat itu saya berkata “Engkau (Tuhan) menang. Engkau menang !”

Saya menjadi yakin. Dan mulai dari hari itu saya menjadi percaya kepada Tuhan. Terakhir kali saya mendengar suara batin seperti itu adalah pada akhir April. Saat itu dalam keadaan mimpi saya mendengarNya berkata “MEMBANTU ORANG LAIN DALAM KESULITAN”.

Itu lebih seperti perintah dibandingkan sebuah pernyataan. Saat itulah saya memulai perjalanan ini, membantu orang lain dalam kesulitan. Saya menyadari bahwa kesulitan bukan hanya tentang menjadi miskin. Bahkan, saya pikir banyak orang miskin mungkin lebih bahagia daripada kebanyakan kita di sini. Mereka begitu mudah puas dengan apa pun yang mereka miliki, mereka mungkin cukup senang.

Kesulitan dapat terjadi pada orang – orang kaya, baik melalui penderitaan fisik, mental, sosial, dan lain lain. Selama beberapa bulan terakhir, saya mulai memahami apa artinya suka cita sejati. Di masa lalu, saya mengganti suka cita sejati dengan kesenangan mengejar kekayaan. Kenapa ? Biarkan saya menjelaskannya kepada anda. Di atas ranjang kematian saya, saya menemukan tidak ada sukacita sama sekali dari semua benda yang saya miliki – Ferrari saya, tanah dimana saya membangun rumah, memiliki sebuah bisnis yang sukses.

Itu semua membawa saya NOL kenyamanan, NOL sukacita, tidak ada sama sekali. Apakah anda pikir saya bisa terus berpegangan kepada sepotong logam ini (mobil ini) dan memberikan saya sukacita sejati ? Nah… itu semua tidak akan terjadi.

Richard Teo Keng Siang - PenulisHidupku.Com - 4Sukacita sejati berasal dari interaksi dengan orang lain. Dan pada banyak kali, itu adalah kebanggaan jangka pendek, masa lalu. Ketika anda mengejar kekayaan, Tahun baru Imlek adalah saat terbaik untuk pamer. Saya menunjukkan Ferrari saya kepada sanak saudara, teman – teman, dan anda kira itu adalah sukacita sejati ? Anda kira orang yang menjual ke anda mobil Ferrari membagikan sukacita mereka dengan anda ? Dan sanak saudara anda, wow, apakah mereka berbagi sukacita dengan anda ? Sebenarnya, apa yang anda lakukan menimbulkan iri hati, kecemburuan, dan bahkan kebencian. Mereka tidak membagi sukacita dengan anda, dan yang saya miliki adalah kebanggan jangka pendek yang wow… orang lain tidak miliki. Saya pikir itu semua adalah sukacita.

Jadi kekayaan yang kita miliki pada dasarnya adalah kebanggaan jangka pendek dengan mengorbankan perasaan orang lain. Dan itu bukanlah sukacita yang sejati. Di atas ranjang kematian saya, saya tidak menemukan sukacita sama sekali untuk memegang Ferrari saya.

Sukacita sejati ditemukan di dalam interaksi. Dalam beberapa bulan terakhir ini saya begitu lesu. Hanya karena interaksi dengan orang – orang yang terkasih, teman – teman saya, dan saudara – saudari di dalam Kristus, saya dapat kembali termotivasi dan terangkat. Untuk berbagi kesedihan anda, untuk berbagi kebahagiaan anda, itulah sukacita yang sejati.

Dan tahukah anda apa yang membuat anda tersenyum ? Sukacita sejati datang dari membantu orang lain yang sedang berada di dalam kesulitan. Dan karena saya sudah melalui hal ini, saya tahu apa artinya penderitaan. Bahkan sudah ada beberapa pasien kanker yang memberitahu saya banyak orang datang kepada mereka dan berkata “tetap positif… tetap positif… Yah, benar. Anda tidak berada di dalam sepatu saya, dan anda meminta saya untuk tetap positif. Anda tidak tahu apa yang anda bicarakan… demikianlah ungkap mereka.

Tetapi saya memiliki ijin (lisensi). Jadi mudah bagi saya untuk pergi keluar menemui pasien kanker lainnya, untuk berbagi dan mendorong mereka. Saya tahu, karena saya sudah melalui itu, dan lebih mudah bagi saya untuk berbicara dengan mereka.

Dan yang paling penting, saya pikir sukacita sejati berasal dari mengenal Allah. Anda dapat membaca Alkitab dan mengetahui ini itu tentang Tuhan, namun mengenal Allah secara pribadi, memiliki hubungan dengan Allah, saya pikir itulah yang paling penting. Itulah yang saya pelajari.

Jadi semakin awal kita memilah – milah prioritas hidup kita akan semakin baik. Jangan seperti saya. Saya sudah tidak punya cara lain. Saya harus mempelajarinya melalui cara yang keras. Saya harus kembali kepada Tuhan untuk berterima kasih kepadaNya atas kesempatan ini karena saya sudah mengalami 3 kecelakaan besa di masa lalu, dan semuanya adalah kecelakaan mobil. Anda tahu, ini kecelakaan mobil sport. Saya selalu ngebut, tapi entah kenapa saya selalu keluar hidup – hiduup, bahkan dengan mobil hampir terbalik. Saat itu jika saya harus meninggal saya tidak tahu ke mana saya akan pergi sesudahnya. Meskipun saya telah dibabtis… itu semua hanyalan sekedar untuk sebuah pertunjukan belaka. Tetapi dengan segala kesulitan yang saya alami sekarang, saya menemukan kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Beberapa hal yang saya pelajari:
1. Percayalah kepada Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu – ini sangat penting.
2. Kasihilah dan layanilah orang lain, bukan hanya kepada diri kita sendiri.

Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya. Saya pikir itu baik – baik saja karena Tuhan telah memberkati. Begitu banyak orang yang diberkati dengan kekayaan yang baik, tapi masalahnya yang saya pikir banyak dari kita tidak bisa mengatasi / menggunakan kekayaan. Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak yang kita inginkan. Saya sudah melalui itu semua, semakin dalam lubang yang kita gali, semakin kita terjebak ke dalamnya, begitu banyak sehingga kita menyembah kekayaan dan kehilangan fokus. Bukannya menyembah Tuhan, kita malah menyembah kekayaan. Itu semua adalah naluri manusia dan begitu sulit untuk keluar dari sana.

Kita semua di tempat ini adalah kaum profesional, dan ketika kita memasuki ke dunia praktek swasta, kita mulai membangun kekayaan kita. Itu sudah pasti. Jadi ketika anda mulai membangun kekayaan dan ketika kesempatan datang, ingat bahwa semua hal – hal ini bukan milik kita. Kita tidak benar – benar memiliki ini itu. Ini semua sebenarnya hanya karunia dari Allah kepada kita. Ingatlah bahwa lebih penting memajukan Kerajaan Nya daripada memajukan diri kita sendiri.

Sekarang ini saya berkeyakinan bahwa kekayaan tanpa Allah adalah kosong. Lebih penting bagi anda semua untuk mengisi kekayaan anda dengan kekayaan Tuhan.

Richard Teo Keng Siang - PenulisHidupku.Com - 3Catatan:
Pada tanggal 16 Oktober 2012, Dr. Richard Teo Keng Siang meninggal dunia di usia 40 tahun. Kesaksian beliau tetap hidup, direkam, dan disebarluaskan oleh teman – teman ikatan dokter Kristen di Singapura untuk menyadarkan banyak orang bahwa uang tanpa Tuhan itu kosong. HIDUP TANPA TUHAN ITU SIA – SIA.
Untuk memberikan ucapan duka, bisa masuk ke website ini: MEMORIAL OF DR RICHARD TEO


Terima kasih kepada Dr. Richard Teo Keng Siang atas kesaksian dan perjuangan hidup yang luar biasa.
Terima kasih kepada ikatan dokter Kristen di Singapura, YouTube, dan rekan – rekan FGBMFI yang memforward kesaksian ini.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.